PEKANBARU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru berencana akan menaikkan tarif parkir di pinggir jalan umum, namun rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan dari DPRD Kota Pekanbaru.

Anehnya walaupun belum disetujui, sudah ada spanduk yang menuliskan tarif parkir di Kota Pekanbaru sudah naik. Di spanduk itu tertulis biaya tarif parkir di Kota Pekanbaru Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan Rp 3 ribu untuk mobil.

Mulyadi, anggota DPRD Kota Pekanbaru meminta oknum-oknum yang menempelkan spanduk tersebut untuk segera melepaskannya. Selain membuat kegaduhan, spanduk itu juga tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekanbaru.

"Kami minta masyarakat yang menemukan spanduk tarif parkir terbaru, untuk membuka lalu koyakkan spanduk itu. Kami juga minta masyarakat untuk melaporkan hal tersebut ke kita (Komisi IV DPRD Pekanbaru. Foto siapa oknum yang bermain itu biar kami tahu," kata Mulyadi, Jumat (29/7/2022).

Untuk saat ini tarif parkir di tepi jalan umum masih menggunakan Perda yang lama, yaitu Rp 1 ribu untuk motor dan Rp 2 ribu untuk mobil.

Akibat kegaduhan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab ini, Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru sudah menjadwalkan pemanggilan Dishub Kota Pekanbaru dan PT Yabisa Sukses Mandiri selaku pihak ketiga pengelola perparkiran di Kota Pekanbaru.

"Kita minta keterangan dari Dishub dulu apakah ini oknum atau gimana. Kalau terbukti dari pihak Dishub kita minta diberhentikan, kalau dari pihak ketiga kami langsung meminta ganti," bebernya.

Politisi PKS ini juga menegaskan kepada masyarakat untuk menolak membayarkan tarif parkir diluar ketentuan, jika masyarakat diam saja maka oknum nakal tersebut akan semakin banyak mendapatkan keuntungan.

"Kami minta dinas terkait untuk menindak oknum nakal tersebut. Jangan sampai hal ini merugikan masyarakat," tutupnya. ***