PEKANBARU – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Perpustakaan DPRD Riau, saat ini tengah menggesa agar Ranperda bisa segera diselesaikan dalam waktu dekat.

Ketua Pansus, Zulkifli Indra, mengatakan, Perda ini nantinya akan menjadi langkah awal dalam membenahi persoalan literasi bagi masyarakat Riau, mengingat budaya literasi yang semakin tergerus.

Salah satu kendala Dinas Perpustakaan dan Arsip selama ini, lanjut Politisi Demokrat ini, keterbatasan anggaran yang diterima. Namun, di tingkat pusat saat ini ada kebijakan untuk mengalokasikan 2 persen total anggaran pendidikan untuk perpustakaan.

Kebijakan ini tentunya bisa diadopsi oleh provinsi dengan membuat Perda dan tentunya tetap merujuk pada aturan diatasnya.

Baca juga:  Mantan Kadiskes Riau Diharapkan Bisa Menyehatkan Dinas Perpustakaan

"Di anggaran Perpustakaan Nasional (Pusnas) itu juga ada hibah untuk perpustakaan di tingkat provinsi dan kabupaten kota, peruntukannya bisa dalam membangun perpustakaan, nah ini bisa kita pakai untuk mengoptimalkan Perpustakaan Wilayah (Puswil) Soeman HS dan perpustakaan milik pemerintah lainnya," ujarnya, Minggu (8/5/2022).

Tak hanya itu, sambung Zulkifli, dalam Perda itu juga akan ada tentang penggalian informasi tentang sejarah dan budaya di Riau, nantinya akan disusun dalam bentuk tulisan agar bisa dijadikan bahan literasi.

"Potensi wisata sejarah kita banyak, tentang perjalanan Kerajaan Gunung Sahilan yang masih eksis, Candi Muara Takus, termasuk asal usul daerah seperti pemberian nama kabupaten, nama Bandara Lancang Kuning dan lainnya. Semua itu akan diakomodir oleh Perda ini," tuturnya.

Penulisan tentang sejarah dan budaya itu, jelasnya, akan melibatkan banyak tokoh-tokoh dan penulis-penulis senior. Ini diharapkan menjadi pemicu gairah menulis di masyarakat.

"Waktu saya masih aktif sebagai pejabat di Pemko Pekanbaru, kami pernah membuat banyak kajian, kami undang penulis-penulis dari berbagai daerah, termasuk di Kepulauan Riau, nanti dirangkum dalam satu buku, semangat ini yang mau kita kembalikan," tutupnya. ***