KUALALUMPUR - Guncangan gempa bumi bermagnitudo 4,7 yang melanda wilayah Johor, Malaysia, menyita perhatian publik setelah rekaman kamera pengawas memperlihatkan getaran yang cukup kuat. Peristiwa alam yang berpusat di dasar laut Selat Malaka, Selasa (22/9/2026) sore, turut menjadi peringatan penting bagi masyarakat Provinsi Riau terkait keberadaan sesar aktif di perairan perbatasan kedua negara.
Berdasarkan laporan Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia), getaran gempa dirasakan secara meluas di sejumlah wilayah. Guncangan yang berlangsung selama 15 detik tersebut menjangkau Putrajaya, Kuala Lumpur, Johor, Melaka, Negeri Sembilan, hingga Selangor. Meskipun getaran terasa nyata, otoritas setempat memastikan tidak ada kerusakan berarti di wilayah terdampak.
Pusat gempa atau episentrum terdeteksi pada koordinat 1,7 derajat Lintang Utara dan 102,7 derajat Bujur Timur. Lokasi persisnya berjarak sekitar 27 kilometer sebelah barat daya Batu Pahat, Malaysia, dengan kedalaman mencapai 10 kilometer.
Pakar Kebencanaan Indonesia, Daryono menerangkan bahwa titik kedalaman 10 kilometer tersebut mengklasifikasikan kejadian ini sebagai gempa kerak dangkal. Ia memastikan pergerakan lempeng ini dipicu langsung oleh aktivitas sesar aktif di dasar laut, dengan mekanisme pergerakan sumber berupa sesar geser.
Peristiwa ini menjadi catatan khusus bagi pemetaan kebencanaan, tidak hanya bagi semenanjung Malaysia, tetapi juga wilayah pesisir Sumatera. Rentetan getaran ini secara tidak langsung mengonfirmasi jalur patahan aktif di Selat Malaka yang informasinya dapat dijadikan acuan identifikasi bahaya dan mitigasi bencana bagi masyarakat Riau ke depannya.
"Patut disyukuri bahwa aktivitas gempa ini tidak berdampak. Gempa ini memberi informasi penting dan mengungkap fakta keberadaan sumber gempa sesar aktif di Selat Malaka," jelas Daryono. ***


