
PEKANBARU – Perhelatan ASEAN Para Games ke-13 yang berlangsung di Thailand resmi berakhir dengan torehan membanggakan dari atlet asal Riau. Para atlet National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Riau sukses menyumbangkan total 48 medali untuk kontingen Indonesia, terdiri atas 19 emas, 19 perak, dan 10 perunggu.
Ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia Tenggara tersebut digelar pada 20-26 Januari 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti ketangguhan atlet Riau yang mampu bersaing di level internasional dalam berbagai cabang olahraga, mulai dari renang, atletik, hingga bulu tangkis dan menembak.
Beberapa nama tampil sangat menonjol dalam perolehan medali emas. Zaki Zulkarnain dari cabang renang menjadi penyumbang terbanyak dengan 4 emas, disusul Leani Ratri Oktila dari bulu tangkis dan Abdil Majid Rahman dari renang yang masing-masing meraih 3 emas. Selain itu, Rino Saputra dan Helin Wardina masing-masing menyabet 2 emas.
Medali emas lainnya juga dipersembahkan oleh atlet andalan Riau seperti Tiwa, Suparni Yati, dan Nasib dari cabang atletik. Sementara dari kolam renang, Syuci Indriani dan M Gerry Pahker turut menyumbangkan kepingan emas bagi Indonesia.
"Syukur Alhamdulillah, atlet kita telah memberikan yang terbaik. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi atlet-atlet lainnya ke depan," ujar Ketua NPC Riau, Jaya Kusuma, Selasa (27/1/2026).
Pada jajaran peraih medali perak, Syuci Indriani mencatatkan raihan signifikan dengan 5 perak. Kontribusi perak lainnya datang dari Abdil Majid Rahman, Zaki Zulkarnain, serta Niken dari cabang anggar dan Leli Marlina dari tenis meja.
Sementara itu, medali perunggu berhasil diraih oleh Tiwa, M Maulana Ashari, Reni Ariyanti, hingga Yahya Muhaimi dari CP Football dan Bulan Kurnia Rudianti dari cabang menembak. Jaya Kusuma menyampaikan terima kasih mendalam atas dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Riau selama masa persiapan hingga kompetisi usai.
Prestasi gemilang ini semakin memperkokoh posisi Riau sebagai salah satu lumbung atlet paralimpik berprestasi di Indonesia. Perjuangan para atlet di Thailand tidak hanya mengharumkan nama daerah, tetapi juga mengangkat martabat bangsa di mata dunia melalui semangat inklusivitas olahraga. ***