PANGKALAN KERINCI - Empat paket konstruksi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan dinyatakan gagal lelang karena waktu yang mepet.

Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pelalawan, Arif Ripani mengatakan, sesuai data hingga 2 Oktober ada empat paket kegiatan Dinas PUPR yang gagal lelang termasuk dalam APBD 2019.

"Paket ini gagal lelang lantaran waktu sudah mepet, tidak tekejar lagi," katanya, Senin (7/10/2019).

Disebutkannya, paket gagal lelang Dinas PUPR tersebut adalah rumah suluk di Teluk Meranti dengan nilai pagu Rp 700 juta dan rumah suluk di Pangkalan Kuras senilai Rp 500 juta.

"Dua rumah suluk ini sudah dua kali tender tapi penyedia tak ada yang memenuhi persyaratan dan tidak memungkinkan dilakukan tender ulang," jelas Arif Ripani.

Kemudian pembangunan jembatan Trimulya Jaya, Desa Air Hitam, Ukui dengan nilai pagu Rp 7 miliar dan sudah 1 kali lelang. "Paket ini gagal lelang dikarenakan tidak ada penyedia yang lulus evaluasi penawaran dan tak cukup waktu lagi untuk tender ulang," sebutnya.

Disebutkan Arif Ripani lagi, pembangunan turap batas tanah Masjid Ulul Azmi senilai Rp 500 juta. "Ini juga gagal lelang dikarenakan waktu pelaksanaan pekerjaan tidak memungkinkan lagi untuk melakukan tender ulang kembali. Karena sudah dua kali melakukan proses tender ulang," paparnya, kepada GoRiau. *