PEKANBARU - Dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk membasmi pandemi Covid-19 di Kota Pekanbaru, sebanyak 4 tokoh agama turut menjadi peserta vaksinasi Kamis (14/1/2021) pagi ini. Keikutsertaan mereka sekaligus untuk memberi contoh dan motivasi bagi umat beragama agar tidak ragu mengikuti vaksinasi pada gelombang selanjutnya.

Keempat tokoh agama tersebut diantaranya Tokoh Agama Budha Sarjoko, Tokoh Agama Hindu I Nyoman Tutri Janata, Tokoh Agama Kristen Lewis Efraim Sitompul, serta Tokoh Agama Islam sekaligus Ketua MUI Pekanbaru Akbarizan. Mereka menjalani vaksin bersamaan dengan sejumlah pejabat pemerintah, seperti Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya, Kapten Nirzam, Kajari Pekanbaru Andi Suharlis, Sekda Pekanbaru M Jamil, Ketua Bhayangkari Pekanbaru Ervina.

"Vaksinasi ini sebelumnya justru saya mengajukan diri kepada Bapak Walikota Pekanbaru Firdaus. Saya ingin agar Covid-19 segera selesai dan kita semua segera pulih dari pandemi ini," ujar Tokoh Agama Budha Sarjoko usai vaksinasi.

Sementara itu, Tokoh Agama Hindu I Nyoman juga mengaku bersyukur karena saat ini pemerintah telah mendapatkan vaksin untuk memberantas Covid-19. Ia berharap dan berdoa agar vaksin tersebut dapat efektif dan mampu meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat sehingga segera terbebas pandemi.

"Kami menyampaikan rasa syukur, kami umat Hindu menyambut baik vaksinasi ini. Mudah-mudahan berjalan sukses dan kita segera terhindar dari Covid-19, sehingga ekonomi kita semakin membaik kemudian," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Tokoh Agama Kristen Lewis Sitompul. Ia menjelaskan vaksinasi tidak perlu ditakuti karena sudah sesuai teruji secara kesehatan. Vaksinasi ini juga adalah salah satu upaya pemerintah untuk menyembuhkan dan mencegah warga masyarakat dari pandemi.

"Kita imbau masyarakat jangan takut dan cemas. Saya sudah vaksin dan tidak ada efek samping yang buruk," terangnya.

Kemudian, Tokoh Agama Islam Akbarizan menambahkan bahwa vaksinasi ini sudah dipastikan suci dan halal berdasarkan fatwa MUI dan telah diuji BPOM sesuai dengan standar kesehatan WHO.

"Vaksin ini sudah sesuai standar kesehatan WHO dan tidak ada keraguan lagi bagi masyarakat. Kita tidak perlu lagi ragu," pungkasnya.***