JEPARA – Stadion Gelora Bumi Kartini menjadi panggung pertarungan sengit antara Persijap Jepara dan PSPS Pekanbaru dalam perebutan tempat ketiga Liga 2 2024/2025, Selasa (25/2/2025). Laga berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal, namun hingga turun minum, kedua tim masih belum mampu memecah kebuntuan dengan skor tetap 0-0.

PSPS Pekanbaru langsung menunjukkan agresivitasnya dengan menerapkan strategi high press yang menyulitkan Persijap untuk mengembangkan permainan. Douglas, bek andalan PSPS, tampil solid dengan beberapa kali menggagalkan serangan lawan, termasuk menghalau crossing berbahaya dari pemain Persijap.

Di menit ke-6, PSPS menciptakan peluang lewat crossing lambung Maman, tetapi pertahanan Persijap sigap menghalau bola. Dua menit berselang, Sadewa hampir membawa PSPS unggul, namun tembakannya masih mengenai badan pemain lawan.

Persijap mulai menemukan ritme permainan mereka setelah menit ke-10. Saiful sempat mendapatkan peluang emas setelah melewati bek PSPS, namun eksekusinya terlalu lambat dan berhasil digagalkan. Di menit ke-14, PSPS mendapatkan tendangan sudut yang dieksekusi oleh Noriki Akada, tetapi sundulan Maman belum menemui sasaran.

Rosalvo, striker Persijap, mencoba menerobos pertahanan PSPS pada menit ke-16. Namun, Maman berhasil membaca pergerakannya dan memaksanya kehilangan bola. PSPS langsung melancarkan serangan balik cepat untuk menghindari tekanan lebih lanjut.

Di bawah mistar, kiper PSPS Erlangga tampil luar biasa dengan beberapa penyelamatan krusial. Pada menit ke-25, ia berhasil menghalau crossing tinggi dari David Lali yang mengancam gawangnya. Ketenangannya kembali diuji di menit ke-32 saat menangkap bola hasil tendangan bebas Persijap sebelum mencapai kepala pemain lawan.

Menit ke-39 nyaris menjadi momen krusial bagi Persijap. Rendi Saepul jatuh di kotak penalti setelah kontak dengan Maman, namun wasit Clarence Leow yang meninjau melalui VAR memutuskan tidak memberikan penalti. Keputusan ini memicu protes dari kubu Persijap.

Dua menit kemudian, tensi pertandingan semakin meningkat setelah Rahmat Hidayat dari Persijap diganjar kartu kuning karena pelanggaran keras terhadap Yudo. PSPS mencoba memanfaatkan tendangan bebas ini, tetapi sundulan Yudo masih melambung di atas mistar.

Di masa injury time, PSPS kembali menekan lewat kombinasi Sadewa dan Birrul Walidain. Sayangnya, eksekusi Birrul masih terburu-buru dan tidak membuahkan hasil. Persijap pun membalas dengan serangan balik cepat melalui Rosalvo dan Saiful, namun tembakan Saepul masih bisa diamankan Erlangga.

Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata. PSPS tampil lebih dominan di awal laga, sementara Persijap perlahan menemukan irama permainan mereka menjelang turun minum. Babak kedua diprediksi akan semakin menarik dengan kedua tim berupaya mencari celah untuk mencetak gol. ***