PEKANBARU, GORIAU.COM - Penyeberangan roro Dumai - Rupat mulai dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, kapasitas angkut ternyata sudah tidak sesuai dengan besarnya lonjakan penumpang. Dengan empat kali keberangkatan setiap hari, tak ada pilihan bagi masyarakat selain bersempit-sempit.

Selain jadwal keberangkatan yang terbatas tersebut, kapasitas angkut roro Dumai- Rupat juga sangat kecil. Seharusnya jika kapal penyeberangan kecil, trip atau jadwal keberangkatan ditambah sehingga semua penumpang terlayani.

'Memang kondisi roro Dumai - Rupat sudah tidak sesuai. Keluhan masyarakat kita sudah dengarkan, ada beberapa alternatif yang harus ditempuh, termasuk pilihan melakukan swastanisasi roro,'' ujar anggota DPRD Riau yang juga warga Rupat, Solihin Dahlan, Jumat (15/3/2013).

Menuru Solihin, jadwal keberangkatan yang empat kali sehari saat ini, memang tidak mampu menampung lonjakan arus penumpang. Di sisi lain, kapasitas angkut roro yang ada saat ini sangat kecil.

''Pilihan sederhananya adalah dengan menambah jadwal keberangkatan karena untuk mengganti kapal sangat sulit. Alokasi sewa kapal sekitar Rp3 miliar untuk satu tahun hanya bisa untuk mendapatkan kapal roro fiber dengan kapasitas yang ada saat ini,'' ujarnya.

Tapi jika ingin memperbesar kapal harus ada tambahan anggaran yang cukup besar dan itu sulit jika melihat anggaran yang ada. ''Saya rasa pilihan untuk swastanisasi roro lebih memungkinkan dengan catatan, pemerintah masih mendukung beberapa fasilitas yang dibutuhkan perusahaan swasta tetap untung,'' jelasnya.

Dikatakan, masyarakat Rupat sebenarnya tidak keberatan adanya kenaikan ongkos sepanjang pelayanan yang diberikan sesuai. ''Tentunya kenaikannya tidak terlalu besar, karena umumnya yang menggunakan roro adalah pedagang, jadi sepanjang masih ekonomis, tak masalah ada kenaikan tarif roro,'' jelasnya. (nti)