PEKANBARU - Anggota DPRD Indragiri Hulu, Bayu Nofyandri Surbakti meminta supaya Dinas Perhubungan dan instansi terkait segera turun ke lapangan dalam menindaktegas truk-truk bertonase besar yang terbukti Over Dimension Over Loading (ODOL).

Bayu sendiri ikut dalam rapat dengan Komisi IV DPRD Riau, Balai Perhubungan, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan dan Forum Penyelamat Aset Negara (FPAN) yang digelar kemarin di ruang komisi IV, Rabu (9/6/2021). Dalam rapat tersebut, semua sepakat untuk melakukan razia ODOL.

"Kita berharap ini secepatnya ditertibkan, jangan sampai masyarakat menjaga jalannya, sementara ODOL itu terus ada. Mereka (FPAN) bergerak atas biayai sendiri, makanya instansi terkait harus turun," kata Politisi PPP ini, Kamis (10/6/2021).

Sampai hari ini, lanjut pria yang biasa disapa Bayu Bonar tersebut, masyarakat setempat masih konsisten menjaga pos penjagaan supaya tidak ada truk bertonase besar yang melintasi jalan di wilayah mereka. Namun, instansi terkait terus beralasan bahwa perlu koordinasi dengan instansi lainnya.

Dijelaskan Bayu, FPAN sebenarnya sudah bergerak cukup lama dimana mereka terus menyurati pihak-pihak terkait hingga kemarin diundang oleh Komisi IV DPRD Riau mengingat jalan tersebut merupakan aset Pemprov Riau.

"Jadi, kemarin kita sudah ada beberapa poin kesepakatan dengan pihak yang hadir. Intinya, jangan hanya sekali razia, tapi harus kontinu atau berkelanjutan. Kita ingin mensukseskan target pak gubernur yang ingin 2023 bebas ODOL. Kita masih menunggu info terbaru, dan semoga ini bisa ditiru oleh daerah lain yang mengalami hal sama dengan kami," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Riau, Parisman Ihwan meminta pihak terkait segera melakukan action dalam hal menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang masih beroperasi.

Hal tersebut disampaikan Politisi Golkar ini usai mengundang Forum Penyelamat Aset Negara (FPAN) Air Molek, Balai Perhubungan Transportasi Darat (BPTD), Dinas Perhubungan, dan Dinas PUPR, Rabu (9/6/2021).

"Kita minta harus ada action, supaya ODOL ini tidak merusak jalan kita lagi, di Air Molek itu kita sudah minta supaya truk bertonase besar jangan lagi melintas di Jalan Jenderal Sudirman, mereka harus memutar," kata pria yang biasa disapa Iwan ini, Rabu (9/6/2021).

Sebab, ujar Iwan, jalan Jenderal Sudirman merupakan jalan yang dipadati oleh masyarakat, sehingga tak jarang keberadaan truk betonase besar menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

Lebih jauh, dijelaskan Iwan, pihak terkait beralasan bahwa mereka kekurangan sarana dan prasarana dalam melakukan penertiban ODOL ini. Ini tentunya menjadi perhatian dari Komisi IV DPRD Riau yang membidangi persoalan perhubungan.

"Jembatan timbang itu harus dilengkapi sarana dan prasarananya, baik tempat penyimpanan barang berlebih, alat-alat untuk mengurangi tonase dan termasuk juga tempat parkir kendaraan bertonase berat," tambahnya. ***