PEKANBARU - Forum UMKM Kota Pekanbaru Bertuah menyelenggarakan pelatihan massal pembuatan bolu kemojo, palm cheese cookies, dan roti abon gulung, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Perumahan Cipta Karya Indah Blok 1 Nomor 7, Jalan Cipta Karya, Pekanbaru ini diikuti oleh 120 orang peserta yang mewakili 15 kecamatan di wilayah tersebut.
Ketua Forum UMKM Kota Pekanbaru Bertuah, Masril Ardi menjelaskan bahwa program ini disajikan secara gratis bagi warga masyarakat. Pihaknya sengaja menghadirkan pelatih yang sudah berpengalaman di bidang kuliner untuk memastikan para peserta mendapatkan ilmu yang aplikatif.
Upaya Cetak Wirausaha Baru
Masril memaparkan, selama ini masyarakat lebih banyak bertindak sebagai konsumen untuk produk kuliner seperti bolu kemojo yang merupakan penganan khas Melayu. Lewat pelatihan ini, paradigma tersebut ingin diubah agar kaum ibu bisa memproduksi sendiri.
"Kalau membelinya gampang, memakannya mudah. Tapi bagaimana cara sekarang ibu-ibu ini kita ajarkan untuk membuat sendiri, tidak lagi sekadar membeli di gerai oleh-oleh," jelasnya.
Ia berharap ilmu yang didapat tidak hanya berguna untuk konsumsi pribadi, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru. "Nanti kan mereka bisa buka usaha. Manfaat yang kita berikan lewat pelatihan ini juga nanti bisa menghasilkan atau menambah pendapatan untuk membantu suami," tambah Masril.
Rencana Ekspansi dan Promosi
Pasca-pelatihan, Forum UMKM tidak akan melepas peserta begitu saja. Masril berencana mengumpulkan kembali para peserta untuk menampilkan hasil produksi mereka dalam bentuk bazar.
"Nanti kita promosikan, seperti nanti ada acara festival di salah satu media nasional di Jalan Sudirman. Kita akan tampilkan produk-produk yang dihasilkan dari pelatihan ini agar masyarakat bisa langsung icip-icip," terangnya.
Program pelatihan ini juga diproyeksikan menjadi agenda rutin triwulanan. Ke depan, Forum UMKM Kota Pekanbaru Bertuah menargetkan jangkauan yang lebih luas, tidak hanya di Pekanbaru, melainkan ekspansi ke wilayah lain seperti Kampar dan Siak, mengingat anggota forum tersebut tersebar di berbagai daerah, termasuk pembinaan secara daring untuk anggota di Kalimantan.***


