PEKANBARU - Tim peneliti dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan penelitian tentang dilema wanita karir di Nagari Situjuah Batua guna mendesain modul untuk menciptakan psikologi yang menyenangkan. Diberi judul 'Pengembangan Modul Work Life Balance untuk Pencegahan Burnout Wanita Karir pada Masa Pandemi', penelitian ini berlangsung selama Desember 2021 hingga November 2022.

Ketua Tim Bimbingan dan Konseling Dr. Afdal, M.Pd mengatakan kepada wartawan di Padang, Sabtu (6/8/2022) menjelaskan, wanita yang bekerja (wanita karir) memiliki peran ganda, yakni sebagai pekerja dan sebagai ibu/istri dalam rumah tangga sehingga kondisi ini dapat menimbulkan persoalan baru yang lebih kompleks dan rumit baik dalam pekerjaan maupun rumah tangga tak terkecuali bagi wanita karir di Nagari Situjuah Batua. Dalam hal ini, meningkatnya jumlah wanita yang bekerja, akan diikuti dengan terciptanya tuntutan-tuntutan yang harus dipenuhi para wanita.

Baca Juga: Sri Indarti Jadi Perempuan Pertama yang Pimpin Unri, Ikafe Yakin Kampus Akan Naik Kelas 

Baca Juga: Mahasiswa Unri dan UIN Suska Riau Kompak Adakan Tabligh Akbar di Desa Pembatang Kuansing

"Para ahli menemukan bahwa keseimbangan antara tuntutan peran dalam pekerjaan, keluarga, dan kehidupan sosial adalah masalah yang menantang masyarakat modern, khususnya relevan untuk menganalisa naiknya partisipasi wanita sebagai tenaga kerja," ujarnya dikutip GoRiau.com dari Antara.

Tentunya, konflik peran ini dapat mengakibatkan stres psikologis yang signifikan bagi individu dan institusi, apabila seorang wanita tidak mampu menyeimbangkan perannya, sehingga bisa menimbulkan konflik dalam rumah tangga. Seimbang antara kehidupan bekerja dan rumah tangga serta menghilangkan masalah masalah psikologis yang disebabkan oleh konflik pekerjaan dan rumah tangga.

Baca Juga: Dekat dengan Malaysia dan Singapura, Siak Siap Perhatikan Pekerja Migran

Baca Juga: Gubernur Riau Minta Pemkab Inhil Relokasi Warga Terdampak Abrasi

Untuk itu, tim peneliti UNP yang mendapatkan pembiayaan dari LPDP memfokuskan penelitian pada peran ganda wanita di nagari itu selam kurang selama 12 bulan.

Selain itu, penelitian juga dilakukan sebagai salah satu upaya mendukung program pemerintah untuk menjadi desa sebagai salah satu sentral pembangunan berkelanjutan.***