SELATPANJANG - Paska protes jalan tak kunjung diperbaiki dengan cara menanam pohon (di tengah jalan, red), warga Gang Antara Banglas akhirnya menghibahkan sebagian tanah. Ini dilakukan agar Pemda Kepulauan Meranti segera memperbaiki Gang Antara yang dibangun zaman Bengkalis dan sudah rusak itu.

Aksi protes oleh warga ini dilakukan pada pekan kedua Februari 2017. Bentuk kekecewaan warga ditunjukkan dengan menanamkan pohon pisang, pohon pepaya, dan pohon pinang.

Menanggapi aksi protes warga, Dewan Dapil I Tebingtinggi Muzakir mengatakan telah meninjau langsung jalan rusak di Gang Antara. Ia juga sempat menelepon pihak Dinas PU untuk melihat langsung kondisi kerusakan gang tersebut. "Dinas PU sudah turun ke lokasi. Memang jalannya sudah rusak dan perlu diperbaiki," kata Muzakir.

Kepala Dinas PU Hariadi ketika dikonfirmasi membenarkan informasi itu. Kata Hariadi, hasil pantauan langsung ke lapangan, Gang Antara terlihat sangat kecil. Mereka juga telah menyarankan kepada pihak desa agar masyarakat mau menghibahkan satu meter tanah (kiri kanan jalan, red) untuk dilakukan pelebaran sebelum dibangun.

"Kalau dibeton akan rusak lagi, dan bisa berkali-kali kita bangun," kata Hariadi.

"Saya sudah bicara dengan pihak desa, kalau memang menginginkan, hendaknya masyarakat setempat menghibahkan tanah untuk pelebaran jalan. Nanti 2018 kita usulkan agar jalan tersebut dibase sebelum dihotmix," tambah Hariadi.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Banglas Syamsurizal mengatakan bahwa masyarakat telah setuju dan telah membuat pernyataan. Masyarakat di Gang Antara kata Syamsurizal, memang telah lama mendambakan jalan yang bagus. "Pernyataan sudah siap. Warga telah menghibahkan tanah sebagaimana saran dari PU. Tinggal saya kirim ke dinas saja," kata Syamsurizal.

Dijelaskan Syamsurizal, panjang Gang Antara itu sekitar 800 meter dan menghubungkan antara Desa Banglas ke Desa Rintis. Kerusakan jalan tersebut sudah sangat lama.

Sebelumnya, Muzakir sempat mengatakan Gang Antara sangat kecil hanya sekitar 2 meter. Untuk itu, memang harus ada pelebaran menjadi 4 atau 5 meter agar mobil atau ambulance bisa masuk ke sana.

"Nanti kita dari legislatif akan menganggarkan dan mengawasi andai sudah dikerjakan. Itu permintaan masyarakat banyak," ujar Muzakir. *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini