PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pertanian dan Perikanan membuka layanan vaksinasi rabies gratis bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di halaman kantor dinas setempat, Jalan Ibrahim Sattah, Kecamatan Sail, Kamis (2/7/2026).
Program tersebut menyasar hewan penular rabies yang umum dipelihara warga, seperti kucing, anjing, kera, dan musang. Layanan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru sekaligus menjadi langkah awal pelaksanaan bulan vaksinasi rabies serentak.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, Maisisco, Kamis (25/6/2026), mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan kuota bagi 200 hewan peliharaan dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB tersebut.
"Kegiatan ini kita gelar sempena HUT Pekanbaru Ke-242 dan juga dalam rangka kick off bulan vaksinasi rabies serentak," ujarnya.
Agar proses pemberian vaksin berjalan efektif, pemilik hewan wajib memastikan peliharaannya memenuhi sejumlah kriteria kesehatan. Persyaratan tersebut meliputi kondisi fisik yang bugar, usia minimal tiga bulan, tidak dalam masa kehamilan, serta hewan harus dalam kondisi tenang atau dapat dikendalikan selama proses penyuntikan.
Untuk mendapatkan layanan ini, masyarakat diharapkan melakukan pendaftaran daring melalui tautan s.id/VaksinHewanGratisPku. Langkah administratif ini dilakukan untuk mendata kepesertaan sebelum hari pelaksanaan.
Maisisco mengajak seluruh pemilik hewan untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai upaya preventif dalam memutus mata rantai penyebaran virus rabies. Langkah proaktif ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan hewan, tetapi juga menjadi benteng perlindungan utama bagi keluarga serta masyarakat luas dari risiko gigitan hewan yang terinfeksi.
"Kita targetkan untuk 200 hewan peliharaan yang mendapat vaksinasi rabies gratis ini," tuturnya.
Melalui pemberian vaksin yang terjadwal, pemerintah kota berharap lingkungan tempat tinggal warga tetap aman, sehat, dan terbebas dari ancaman penyakit zoonosis yang membahayakan.***


