SIAK - Deru baling-baling helikopter memecah keheningan udara saat tim gabungan melancarkan serangan ganda dari darat dan udara untuk menaklukkan amukan si jago merah. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mengoyak kawasan Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, memaksa aparat mengerahkan kekuatan penuh guna meredam bencana asap, Minggu (6/9/2026).

Konsentrasi pemadaman dikerahkan membelah pekatnya asap di kawasan RT 19 RW 01, Dusun Pematang Sepetai. Di barisan depan, personel gabungan dari kepolisian, pemerintah daerah, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga unsur Masyarakat Peduli Api (MPA) dan pihak PTPN V bahu-membahu menjinakkan kobaran api.

Teror Asap dan Blokade Jalur Api

Mengendalikan pergerakan api di lahan yang mengering bukanlah perkara mudah. Kabagops Polres Siak, Kompol Ermanto mengungkapkan bahwa sedikitnya 50 personel tempur darat bersenjata delapan unit mesin pompa air berkapasitas tinggi diterjunkan langsung ke jantung kebakaran.

"Kami tidak hanya memadamkan, tetapi juga mendinginkan sisa pembakaran di area lahan agar hawa panas tidak memicu nyala api susulan. Fokus utama tim di lapangan adalah mengurung pergerakan api agar luasan area yang hangus tidak semakin melebar," urainya.

Perjuangan tim darat turut diperkuat dengan manuver empat unit alat berat yang terus mengoyak tanah untuk menciptakan sekat pembatas, guna memutus jalur rambatan api. Di saat yang sama, guyuran air dari udara melalui operasi helikopter water bombing terus menghujam titik-titik panas yang lokasinya sulit dijangkau oleh pasukan darat. Operasi udara ini terpantau telah mengudara sejak Sabtu lalu.

Keselamatan pasukan penjinak Karhutla ini juga menjadi prioritas. Tim medis dari puskesmas setempat disiagakan penuh di sekitar posko lapangan untuk mengawal kondisi kesehatan petugas, khususnya mengantisipasi risiko paparan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kepungan asap tebal.

Peringatan Tegas Buka Lahan

Memasuki periode kemarau yang memicu tingginya kerawanan api, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Akmadi menginstruksikan seluruh jajaran agar terus meningkatkan kepekaan terhadap potensi titik panas baru. Kolaborasi lintas instansi dinilai sebagai fondasi utama agar ruang gerak api bisa dicekik sejak dini.

"Begitu ada titik api yang terpantau, penanganan harus digesa secepat mungkin. Prinsip kita di lapangan sangat jelas, jangan pernah beri ruang sedikit pun bagi api untuk menjalar dan meluas ke kawasan lainnya," tegasnya.

Menghadapi cuaca panas, perwira menengah kepolisian ini tidak lupa melontarkan peringatan keras kepada para pemilik kebun maupun petani lokal. Metode membersihkan lahan perkebunan dengan cara menyulut api harus segera ditinggalkan, karena percikan kecil di atas vegetasi kering bisa seketika memicu bencana ekologis berskala besar.

"Ketika ratusan petugas harus mempertaruhkan nyawa dan tenaga menembus pekatnya asap, kesadaran warga adalah kunci utama. Tolong jangan pernah mengambil jalan pintas membuka lahan dengan cara membakar," pesannya. ***