SIAK SRI INDRAPURA - Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan pelabuhan dan fasilitas di kawasan industri Tanjung Buton Siak, Provinsi Riau antara PT. Siak Terminal Indonesia dengan BUP, PT. Samudera Siak (BUMD Kabupaten Siak, Riau) dan BGMC Legacy memasuki babak baru.

Bertempat di ruang Pucuk Rebung Kantor Bupati Siak, Kamis (25/4/2019) pagi, pihak investor asal Malaysia BGMC Legacy, menyampaikan hasil dari study kelayakan yang mereka lakukan untuk  pengembangan pelabuhan dan fasilitas di kawasan industri Tanjung Buton Siak. 

Bupati Siak, Drs H Alfedri usai ekspos study kelayakan itu mengatakan BGMC yang akan membuat rancangan untuk mengembangkan usaha berinvestasi di kawasan pelabuhan maupun kawasan industri Tanjung Buton Siak. 

"Ekspos yang disampaikan tadi itu baru studi kelayakan, kita banyak menerima masukan masukan saran, arahan, dari Kadis terkait untuk pengembangan KITB. Dan prinsipnya kita siap saja melanjutkan MoU dengan investor Malaysia ini, karena ini dulunya ditandatangani oleh pak Syamsuar kala menjabat Bupati Siak," kata Alfedri. 

Selain itu juga, masih kata Alfedri, BGMC Legacy ini juga sangat serius  membangun kawasan industri khususnya di Pelabuhan. Seperti pelabuhan yang beroperasi di Johor, Malaysia.   

"Kalau ini sudah jadi, akan lebih banyak aktivitas bongkar muat di pelabuhan. Selain itu, kawasan industrinya pengolahan tangkos menjadi fiber untuk pembuatan kasur, jok mobil dan lainnya" kata Alfedri lagi. 

Tentunya, kata Alfedri, sebagai pemerintah daerah harus lebih giat menjemput bola ke nasional untuk kelancaran pembangunan infrastruktur dan sarana lainnya. 

"Kawasan industri ini nanti bisa memberikan peluang yang besar bagi pertumbuhan perekonomian di kabupaten Siak dan di Riau pada umumnya," sebut Alfedri

Direktur BGMC Legacy, Geoffrey Ang kepada GoRiau.com menyampaikan ini ekspos perdana study kelayakan  pengembangan pelabuhan dan fasilitas di kawasan industri Tanjung Buton Siak yang disampaikan kepada Bupati Siak Alfedri dan jajarannya.

Geoffrey juga menyebutkan alasan kenapa perusahaan BGMC berinvestasi di KITB khususnya di Kabupaten Siak. Hal itu dikarena Malaysia dengan Siak memiliki history yang sangat dekat sejak zaman Sultan Siak.***