TEMBILAHAN- Meskipun telah ada investor yang bersedia mengalokasikan dana di tahun ini, Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat Inhil dengan terpaksa harus menunda pelaksanaan pembangunan batching plant hingga tahun 2017.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Cipta Karya dan Perumahan Inhil, Tengku Edi Jumat (23/9/2016), penundaan tersebut dikarenakan waktu pelaksananaan pembangunan batching plant yang telah diagendakan berbenturan dengan pelaksanaan beberapa proyek pemerintahan.

''Telah ada dua investor yang bersedia untuk menanamkan modalnya dalam pembangunan batching plant ini. Namun, untuk tahun ini, pelaksanaan pembangunan batching plant harus ditunda karena berbenturan waktunya dengan pengerjaan proyek,'' sebut Tengku.

Batching plant, menurut Tengku Edi, adalah sebuah lokasi yang di dalamnya terdapat alat-alat yang digunakan untuk mencampur atau membuat adukan beton ready mix dalam skala yang besar.

Selain untuk memproduksi beton, dijelaskan oleh Tengku Edi, batching plant berfungsi sebagai tempat untuk mengendalikan produksi beton agar mutu, slump dan nilai kekuatan dari beton dapat terjaga.

''Seperti yang kita ketahui, kondisi geografis Inhil ini kan sulit, serta kualitas air kita pun dapat dikatakan masih jelek. Sementara kan selama ini, produksi beton masih menggunakan air selokan. Padahal itu akan berpengaruh negatif terhadap kualitas beton itu sendiri,'' lanjutnya.

Ia mengatakan, selama ini, dalam tahapan produksi beton, tidak pernah dilakukan pengurangan terhadap kualitas beton. Melainkan, hal tersebut merupakan pengaruh dari air campuran semen yang berkualitas buruk, dikarenakan berasal dari selokan.

''Mudah-mudahan, pembangunan batching plant dapat terlaksana pada tahun 2017 mendatang, sebagai solusi atas persoalan kualitas beton di Inhil ini,'' tukas Tengku Edi.(*/ayu)