PEKANBARU - Kepala Balai Bahasa Riau, Songgo A Siruah mengatakan, pengenalan literasi tidak hanya sekedar membaca, menulis dan berhitung. Namun hal-hal terkait seperti bagaimana menggunakan bahasa diruang publik juga merupakan literasi yang harus dipahami.

Menurutnya, hal yang terpenting dari literasi yaitu bagaimana mengunakan bahasa dalam penulisan yang benar. Sebab, kurangnya pemahaman masyarakat dalam penggunaan kata dan kalimat dalam menulis maupun berbahasa, sering terjadi kekeliruan terutama ketika menuliskan tanda baca.

Hal ini pun perlu adanya perubahan mainset dalam masyarakat. "Merubah penilaian masyarakat terkait tulisan berbahasa Indonesia yang baik dan benar bukanlah hal yang mudah," kata Songgo pade agenda diseminasi gerakan literasi nasional (GLN) yang diadakan di Hotel Ayola, Pekanbaru, Selasa, (20/8/2019).

Untuk melatih kepenulisan, Songgo memberikan praktik langsung, di mana peserta diberikan waktu untuk menonton film berdurasi 18 menit, kemudian peserta menuliskan kembali cerita dalam bentuk tulisan untuk melatih ilmu literasi yang telah diperoleh.

"Saya melatih peserta dengan menonton film dimana nantinya apa yang dilihat dan didengar dapat dituliskan kembali. Sebab di situlah ilmu literasi didapat," ucap Songgo.

Songgo berharap, dengan adanya diseminasi tersebut, sikap masyarakat berubah dan memahami pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penulisan. Terlebih dalam materi yang disampaikan kali ini diperuntukan untuk pegiat dan komunitas yang bergerak di bidang literasi. ***