PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - H. Tengku Azmun Ja'afar mengaku terharu ketika dimintai untuk berpidato di acara pengukuhan dan silaturahmi Ikatan Keluarga Penyalai dan Sekitarnya (Ikapens) Kabupaten Pelalawan periode 2013-2016 di Gedung Daerah Laksamana Mangkudiraja, Sabtu (14/9/2013). Dia sebelumnya sempat tersangkut kasus korupsi hingga mendekan di sel penjara.
"Saya tak menyangka jika saya diminta untuk memberikan sambutan di acara penugukuhan Ikapens ini. Jujur saja, saya gugup dan bahagia sekali karena lebih kurang 5,7 tahun saya tinggalkan Pelalawan ini, dan sejak itupula saya tidak lagi pernah berbicara di atas mimbar dihadapan orang banyak. Saya ucapkan terimakasih pada panitia karena telah memberikan kesempatan untuk saya bicara di sini, soalnya semenjak saya bebas baru sekarang saya bicara di atas mimbar dihadapan masyarakat saya," katanya ketika itu.
Pada kesempatan acara yang dihadiri juga oleh Wabup Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim itu, Azmun sedikit mengenang awal mula berdirinya Kabupaten Pelalawan yang saat itu masih dijabat oleh dirinya selaku Bupati dengan Drs H Abdul Anas Badrun sebagai Wakil Bupati dan Drs H Marwan Ibrahim sebagai Sekdanya sekitar tahun 2001.
"Saat itu, Kecamatan Kualakampar boleh dikatakan masih daerah tertinggal bahkan sempat warganya menyatakan diri mau pindah ke wilayah Provinsi Kepri. Namun pak Anas saat itu sebagai wakil saya, terlihat gigih untuk membangun kampung halamannya beserta masyarakat. Sehingga akhirnya pemerintah daerah langsung memprioritaskan pembangunan di kecamatan paling ujung di Pelalawan itu guna peningkatan ekonomi masyarakat setempat yang kaya akan sumber daya alamnya itu mulai dari hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Kuala Kampar. Saat itu, programnya diberi nama dengan percepatan pembangunan 44 desa tertinggal," kenangnya.
Saat ini, sambung dia, sejak dirinya meninggalkan Kabupaten Pelalawan dan kemudian daerah ini dipimpin oleh Bupati HM Harris dan Wakilnya Drs H Marwan Ibrahim terlihat sudah menunjukan kemajuan dan pemerataan. Baik di bidang ekonomi dan pembangunan infrastruktur di setiap desa dan kecamatan salah satunya kecamatan Kualakampar.
Sementara itu, Amirudin Muslim selaku ketua Ikapens terpilih mengaku bahwa dibentuknya Ikapens tersebut semata-mata hanya sebagai wadah untuk menjalin tali silatuhrahmi warga Kuala Kampar dan sekitarnya. Soalnya, dari data saat ini yang mereka terima sekitar 400 Kepala keluarga yang tinggal di beberapa kecamatan di luar kecamatan Kuala Kampar atau sekitar 1.000 jiwa.
"Jadi jelas ini murni organisasi sosial bukan organisasi politik yang bertujuan untuk mempererat talisilaturahmi dan membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan peningkatan pembangunan dari segala aspek," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim mengaku sangat bangga dan mendukung atas keberadaan Ikapens di Pangkalan kerinci. Selain itu, dirinya juga mengharapkan Ikapens bisa menjalin kebersamaan dengan ikatan keluarga lainnya bersama dalam memajukan Kabupaten Pelalawan. "Artinya, jangan pernah merasa menjadi perantau walau tinggal di kecamatan lain," tandasnya.
Ditambahkannya, bahwa saat ini pemerintah daerah masih tetap komit membangun daerah dimana salah satunya yakni Kecamatan Kualakampar. Apalagi banyak potensi di kecamatan tersebut salah satunya yakni menjadi daerah kawasan invetasi yang masuk masterplan Indonesia, karena di daerah itu selain akan teruskan pembangunan jalan lintas bono juga akan dibangun sebuah dermaga bertaraf internasional.
"Sehingga dengan begitu, daerah tersebut akan mengalami peningkatan ekonomi secara signifikan. Jadi saya berharap atas nama pemerintah daerah semua masyarakat bisa mendukung program tersebut," tutupnya.(ilm)