PANGKALAN KERINCI - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melakukan penandatanganan nota kesepahaman 15 desa program bebas api di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Kantor Bupati Pelalawan, Pangkalan Kerinci, Senin (28/6/2020).

Ke 15 desa tersebut yakni, Ransang, Sungai Ara, Lalang Kabung, Sering, Pelalawan, Pangkalan Terap, Teluk Meranti, Teluk Binjai, Petodaan, Teluk Meranti, Kuala Panduk, Pangkalan Kerinci Timur, Rantau Baru, Langgam, Penarikan Langgam dan Pangkalan Gondai.

Direktur PT RAPP, Mulya Nauli mengatakan, isu kebakaran hutan dan kabut asap senantiasa menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Riau, juga beberapa provinsi lainnya di Indonesia untuk mengurangi angka kebakaran dan dampak dari kebakaran yang terjadi.

"Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. RAPP merasa perlu turut serta mengambil bagian dalam PR tersebut dengan menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menekan angka kebakaran," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, perusahaan mengambil pendekatan strategis untuk manajemen kebakaran dengan fokus khusus terkait dengan pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui Program Desa Bebas Api (FFVP). Bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk mengatasi akar penyebab kebakaran.

Sebagai hasil langsung dari pelibatan masyarakat melalui FFVP, jumlah areal yang terbakar hanya 0,39 persen dari total 750.000 hektar lahan yang berpartisipasi di sekitar konsesi selama 5 tahun terakhir.

"Dimulai pada tahun 2014 ada 4 desa yang menjadi pilot project program ini. Pada 2015, 9 desa. 2016 ada 18 desa dan di tahun 2020 ini kita bekerja sama dengan 29 desa di 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Pelalawan, Siak dan Kepulauan Meranti," papar Mulya.

Tahun ini, sebut dia, ada 6 desa yang mendapat penghargaan senilai Rp 100 juta jika tidak terjadi kebakaran, yaitu Desa Sungai Ara, Pangkalan Terap, Ransang, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Lalang Kabung dan Rantau Baru.

"Desa-desa selain yang 6 disebutkan tadi, akan mendapatkan bantuan berupa pembersihan lahan tanpa bakar, karena dua tahun lalu sudah mendapatkan penghargaan," ujarnya.

Menurutnya, program Desa Bebas Api ini tidak hanya memberikan penghargaan, crew leader, dan bantuan pembukaan lahan, namun juga memiliki program sosialisasi dan edukasi ke masyarakat termasuk anak-anak sekolah yaitu Fire Aware Community (FAC).

"Ada 3 bentuk kegiatan FAC diantaranya FAC Goes to School, FAC Goes to Movie dan FAC Goes to Market," pungkas Mulya, dalam sambutannya.

Mewakili Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko S.Ik, Kabag Sumda Kompol Dedi Zulkarnain SE mengatakan, Polres Pelalawan sangat mendukung program RAPP dalam upaya pencegahan Karhutla di wilayah operasionalnya.

"Polres sangat mendukung apa yang sudah dilaksanakn RAPP dalam program desa bebas api ini. Ini suatu terobosan sangat bagus dan dapat menjadi contoh perusahaan lain. Kami berharap program ini bisa berkelanjutan," katanya.

Bupati Pelalawan, HM Harris mengungkapkan, kepedulian dan kesadaran masyarakat masih kurang. Hal ini terlihat dengan masih terjadinya Karhutla di Pelalawan.

"Mudah-mudahan dengan program ini tidak ada lagi kebakaran. Camat, sampaikan juga ini pada Kades, ada sanksi juga jika di wilayahnya ada kebakaran. Mudahan Kades lebih komit dan lebih bertanggungjawab dan mendapatkan reward dari RAPP," tukasnya.

Acara penandatanganan nota kesepahaman 15 desa program bebas api di Pelalawan ini, juga dihadiri Pabung Dandim 1303 KPR Mayor S Tarigan, Anggota DPRD Pelalawan H Abdulah, Sekdakab Pelalawan T Mukhlis, Camat dan Kades.*