PESTA sepak bola terbesar sejagat telah dimulai. Tercatat 32 negara di seluruh dunia mulai bersaing untuk merebut trofi Piala Dunia 2014. Dan pada kompetisi yang digelar di Brasil ini, tak sedikit pemain Muslim yang ikut berlaga membela negaranya.
Seperti kita ketahui, Piala Dunia kali ini bertepatan dengan bulan Ramadan, di mana umat Muslim diwajibkan berpuasa. Tentu ini menjadi tantangan berat bagi para pesepakbola Muslim. Sebut saja Karim Benzema, Mamadu Sakho, Bacary Sagna, dan Mussa Sissoko di skuat Prancis. Yaya Toure, Kolo Toure, Gervinho, dan Cheick Tiote di Pantai Gading.
Namun, kabar bagusnya, di Brasil, hanya dibutuhkan sekitar 11 jam berpuasa. Jauh lebih singkat dibandingkan di Inggris, di mana butuh 17 jam bagi para pesepak bola untuk menjalani puasa.
Selain itu, di skuat Belgia juga ada Maruan Fellaini dan Mussa Dembele yang beragama Islam. Pun Mesut Ozil di Jerman serta Xherdan Shaqiri di Swiss. Bahkan, di skuat Bosnia-Herzegovina, yang mayoritas dihuni pemain Muslim, termasuk Edin Dzeko.
Terkait kewajiban berpuasa di tengah jadwal padat sepak bola, Kolo Toure sempat memberikan kiat-kiat agar tetap bisa menjaga stamina. Menurut dia, kesulitan hanya akan dihadapi pada lima hari pertama berpuasa.
"Anda tentu butuh kedislipinan. Bagiku, lima hari pertama adalah yang tersulit. Namun setelahnya, tubuh mulai beradaptasi dan Anda bisa merasa bahagia. Anda bisa membersihkan tubuh juga dan merasa semakin kuat setelah Ramadan. Aku rasa sangat luar biasa bagaimana Ramadan bisa membuat tubuh Anda semakin kuat," kata Toure.
Lalu adakah rukshoh (keringanan) bagi pesepakbola untuk tidak berpuasa mengingat beratnya profesi yang mereka jalani?
Fatwa ulama Jerman memberikan keringanan dengan membolehkan pesepakbola tidak berpuasa karena profesi sepakbola sangat berat.
Terkait hal ini, menurut salah satu Ketua MUI H Amidhan, semua pendapat dan penafsiran ulama ini sah-sah saja.Karena profesi pesepakbola sangat berat, dan dia tidak ada jalan lain untuk menjalaninya. Karena dia sudah kontrak, kalau membatalkan kontrak tentu merugikan dirinya. Maka boleh untuk tidak berpuasa tapi dengan diganti oleh bayar fidyah.
Karena jelas ada firman Allah yang menghendaki berpuasa itu menuju kemudahan, tidak dalam rangka menyulitkan yang tercantum dalam QS al-Baqarah 183-184.
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui."
Pemain bola terikat kontrak. Seandainya kontraknya diputus, akan merugikan diri dia sendiri dan keluarga yang harus ia nafkahi.***

















