TEGAL, GORIAU.COM - Calon presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengunjungi tempat pelelangan ikan (TPI) Tegalsari, Jongor, Tegal, Jawa Tengah. Tiba sekitar pukul 10.20 WIB, dia yang mengenakan kemeja kotak-kotak, berorasi di atas meja kayu di hadapan para nelayan.
Jokowi kembali mengenalkan dua kartu yang menjadi programnya jika menjadi presiden, Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Setelah itu pasangan cawapres Jusuf Kalla (JK) ini mendengarkan keluh kesah nelayan.
Nelayan asal Tegal Wayun mengeluhkan mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Selain itu harga kebutuhan pokok juga sama mahalnya. Dia mengharapkan agar Jokowi dapat mempermudahnya.
Lalu ada Marsongko, nelayan ini menginginkan agar nyaman melaut. Menurutnya perizinan untuk melaut rumit dan memerlukan waktu lama. Padahal dia dijanjikan ketika membuat izin akan cepat.
"Nelayan inginnya nyaman melaut. Banyak departemen urus, harus bawa surat menyurat sampai 20 sekian yang harus dibawa. Ngurus izin, saya ajukan satu tahun belum selesai, katanya satu setengah bulan selesai, praktiknya," jelasnya di depan Jokowi , Tegal, Kamis (19/6).
Marsoko juga menyampaikan bahwa solar di TPI Tegalsari sulit. Sehingga harus mengantre. Dia menambahkan, ada pungutan ditarik dari nelayan sebelum melaut yang merupakan pungutan hasil nelayan.
"Pungutan hasil nelayan, dipungut di depan sebelum melaut. Logikanya kan setelah ada hasil. Kalau bisa pelayanan melalui satu pintu," ungkapnya.
Setelah mendengar keluhan tersebut, Jokowi mengatakan, masalah perizinan akan melalui satu pintu dan menghapuskan pungutan yang memberatkan nelayan. Dia akan melanjutkan pembicaraan dengan nelayan setelah Pilpres untuk memperbaiki sistem bersama.
"Satu pintu yang dikontrol diawasi tidak ada pungutan, semua yang memberatkan. Kan mestinya dipermudah diberi bantuan, sistemnya nanti kita bangun lebih baik. Ini bebani nelayan. Kita bicara lagi setelah 9 Juli," tegasnya. ***



