JAKARTA, GORIAU.COM - Setelah sempat melakukan buka-tutup Bandara Sutan Syarif Kasim II, PT Angkasa Pura II akhirnya memutuskan menghentikan operasional bandara di Pekanbaru tersebut terhitung sejak Rabu (12/3/2014) hingga Sabtu (15/3/2014) mendatang. Soalnya, asap tebal pembakaran hutan membuat jarak pandang di bandara kini kurang dari 200 meter.

Kondisi ini membuat maskapai penerbangan rugi besar. "Orang yang membakar itu dengan sengaja merugikan semua orang. Airline dirugikan, 30 penerbangan ditunda, kali saja dengan satu penerbangan Rp 80 juta per satu jam terbang, harus berapa juta itu yang terbengkalai," ujar Direktur Utama Citilink Arif Wibowo, di Jakarta, Jumat (14/3/2014).

Maskapai menanggung kerugian karena harus memberikan kompensasi kepada penumpang yang gagal terbang sesuai aturan. Salah satu bentuk kompensasi yang dimungkinkan adalah penggantian tiket.

"Rotasi pesawat kacau. Penumpang dirugikan, airlines apalagi," ungkapnya.

Bencana kebakaran hutan di Riau ini mengundang perhatian khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Terkait itu, hari ini, Presiden yang berada di Semarang menggelar konferensi video dengan Wakil Presiden Boediono dan Satgas Bencana Asap Riau. Komunikasi jarak jauh itu akan dilakukan di tiga tempat, Jakarta, Jawa Tengah, dan Riau. ***