JAKARTA, GORIAU.COM - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan saat ini instansinya sudah menetapkan empat tersangka kasus kerusuhan di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua. Semua tersangka masih dalam proses pemeriksaan di Kepolisian Daerah Papua.

"Yang paling utama ada empat tersangka," kata Badrodin, di gedung Kejaksaan Agung, Rabu, 23 Juli 2015. "Soal siapa namanya belum bisa saya jelaskan. Nanti saja karena masih dalam proses pemeriksaan."

Badrodin mengatakan saat ini polisi masih memeriksa puluhan saksi. Yang terbaru, kata Badrodin, polisi memeriksa 5 saksi terkait kerusuhan di Tolikara. Saksi-saksi itu dihadirkan dari berbagai unsur untuk menemukan titik terang asal mula penyerangan terjadi.

Badrodin mengatakan untuk saat ini yang terpenting adalah mendinginkan situasi di Tolikara yang masih memanas. Juga melakukan antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain. Apalagi, kata Badrodin, di Yogyakarta mulai ada indikasi pengrusakan tempat ibadah.

"Saya sudah perintahkan pada jajaran Polda setempat untuk berkoordinasi dengan para pimpinan umat beragama muslim maupun nonmuslim, terutama ormas Islam," ujar Badrodin. "Yang terpenting adalah mari kita sikapi kasus ini dengan kepala dingin dan tidak bersifat emosional. Percayakan penanganannya pada Polri sehingga tidak terjadi hal-hal yang memperparah situasi dan mari kita jaga kerukunan antarumat beragama. Karena kasus ini baru kali ini terjadi."

Bentrokan terjadi pada Jumat pagi 17 Juli 2015, ketika puluhan orang yang diduga anggota jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) memprotes penyelenggaraan salat Id di lapangan Markas Komando Rayon Militer (Makoramil) 1702-11, Karubaga. Mereka berdalih telah memberitahukan agar kegiatan ibadah Lebaran tak dilaksanakan di daerah tersebut karena berbarengan dengan acara seminar dan kebaktian kebangunan rohani (KKR) pemuda GIDI.

Polisi yang mengamankan lokasi sempat mengeluarkan tembakan peringatan. Namun massa mengamuk hingga menyebabkan puluhan kios dan masjid di sekitar lapangan habis terbakar. Seorang korban tewas dan belasan lainnya luka-luka terkena tembakan peluru.***