PEKANBARU - Transisi menuju energi hijau di sektor transportasi publik mulai direalisasikan secara nyata. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota, Markarius Anwar turun langsung menjajal ketangguhan dua unit bus bertenaga listrik murni pada Kamis (4/6/2026).

Program ini dilakukan bukan sekadar seremoni peluncuran biasa, melainkan pengujian ketat terhadap efisiensi daya baterai dan performa mesin tanpa emisi di jalur padat perkotaan.

"Bus ini tidak menggunakan BBM, tapi murni dengan energi listrik. Ini kita pelepasan uji coba, kalau nanti pas, kita akan operasikan bus listrik," ungkap Agung usai melintasi rute dari Mall SKA menuju Mall Pekanbaru sejauh enam kilometer.

Soroti Daya Tahan Baterai

Dalam perjalanan tersebut, para pemimpin kota berfokus pada analisis teknis ketahanan energi kendaraan. Kapasitas baterai menjadi kunci utama kelayakan operasional armada angkutan massal perkotaan masa depan.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar menyoroti spesifikasi teknis yang dinilai sangat menguntungkan kas daerah dan efisiensi waktu, jauh melampaui kendaraan berbahan bakar fosil.

"Tadi dijelaskan pengisian daya hanya 1,5 jam, bisa beroperasi dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam. Ini luar biasa, mudah-mudahan bisa kita hadirkan untuk masyarakat," jelasnya dengan takjub.

Kepuasan terhadap performa kelistrikan tersebut diiringi dengan jaminan keselamatan kabin. "Aman dan nyaman, itu kuncinya. Kalau itu sudah terpenuhi, Insyaallah kita akan jalan operasikan bus listrik," tambah Markarius.

Strategi Evaluasi Berbasis Partisipasi Warga

Untuk memastikan kendaraan berteknologi tinggi ini benar-benar membawa manfaat nyata, masyarakat dilibatkan secara langsung sebagai penguji layanan. Mulai besok, operasional armada akan diukur berdasarkan respons dan kepuasan pengguna harian tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Pemerintah menahan diri untuk tidak mematok harga tiket hingga sistem operasional terbukti presisi di lapangan.

  • * Pembebasan Biaya: Masyarakat diizinkan menjajal langsung sensasi menaiki bus secara gratis selama seluruh fase uji coba berlangsung.
  • * Penghapusan Antrean Panjang: Pemko menjadikan momen ini untuk mengukur siklus kedatangan bus yang pasti agar penumpang terbebas dari masalah penumpukan di halte.

"Selama masa uji coba, masyarakat yang mau naik bus listrik digratiskan, tak perlu bayar. Kalau rasanya sudah oke, dan sudah mantap untuk digunakan, baru kita kaji ulang tarifnya," terang Agung.

Lebih jauh, ia mengingatkan jajarannya bahwa pengadaan transportasi publik massal membutuhkan sistem manajerial jadwal yang matang sebelum dipatenkan.

"Jadi, kita perbaiki ketepatan waktu tunggu dulu. Maka hari ini kita namakan peluncuran uji coba, sehingga nanti masyarakat yang menggunakan bus listrik mendapat kepastian waktu menunggu, tidak lagi terkotang katung karena lama sekali waktu tunggu busnya," pungkasnya. ***