SELATPANJANG - Terkait permohonan penundaan sebagai tuan rumah MTQ Provinsi Riau ke-39 tahun 2020 oleh Kabupaten Meranti itu, Asisten I Setdaprov Riau, H. Ahmad Syah Harrofie, akan melaporkan hasil pertemuan ke Gubernur Riau H. Syamsuar untuk rencana lebih lanjut, namun jika memang tidak memungkinkan maka tuan rumah MTQ Provinsi Riau akan diganti dengan kabupaten lainnya.

"Sebenarnya, dari Kabupaten Meranti sendiri tidak ada kendala, melainkan kendala yang dihadapi Kabupaten Meranti ini adalah akses jalan Pusako Lintas Timur yang baru-baru ini amblas menjadi penyebab Kabupaten Meranti untuk menunda perhelatan MTQ Yang ke-39 pada tahun 2020 mendatang," jelas H. Ahmadsyah, dalam rapat persiapan penetapan  tuan rumah MTQ ke-39 Provinsi Riau tahun 2020, antara Pemkab. Meranti selaku tuan rumah dengan Pemerintah Provinsi Riau serta Kanwil Kemenag Provinsi Riau, bertempat diruang rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, Kamis (5/12/2019).

Ia juga menegaskan kepada semua peserta rapat yang hadir terutama Kabupaten Meranti Jika nantinya ketetapan Gubernur Riau menggantikan perhelatan tuan rumah MTQ yang Ke-39 Tingkat Provinsi di Kabupaten yang lain, maka Kabupaten Meranti akan tetap mendapatkan giliran di tahun berikutnya.

Ahmad juga mengaku memaklumi alasan Pemkab Meranti itu. Dihadapan seluruh peserta yang hadir selaku pimpinan rapat ia mengakui saat ini akses jalan masuk ke Meranti sangat sulit karena rusaknya jalan Pusako Siak dan Pelabuhan Buton yang menjadi satu satunya akses darat representatif masuk Meranti.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, telah menjelaskan bahwa pada dasarnya Pemerintah Kepulauan Meranti telah siap menjadi tuan rumah MTQ tahun 2020. Namun akibat rusaknya infrastruktur penghubung yakni ambruknya Pelabuhan Boton Siak dan ambruknya jalan Pusako baru-baru ini Pemkab Meranti menilai tidak memungkinkan MTQ Provinsi Riau tahun 2020 digelar di Kabupaten Meranti.

"Sebenarnya Meranti sudah siap menjadi tuan rumah MTQ tahun 2020, namun terkendala infrastruktur seperti pelabuhan buton yang ambruk dan jalan pusako yang baru-baru ini  amblas. Walaupun diperbaiki mungkin akan memakan waktu lama dan tidak memungkinkan untuk selesai dalam waktu yang cepat. " jelas Wabup Meranti didampingi Kabag Kesra Sekdakab Meranti Drs. Husni Gamal.

Lebih jauh disampaikan Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim, andai di paksakan perhelatan ini dilanjutkan Meranti sebagai calon tuan rumah MTQ yang ke-39 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2020 merasa prihatin dan kasihan melihat para kafilah kesusahan untuk mencapai Kota Selatpanjang.

"Pastinya peserta akan kelelahan dan merasa tidak nyaman melewati infrastruktur jalan dan pelabuhan Buton yang sangat tidak memadai," pungkasnya. (rls)