JAKARTA -- Ustaz Solmed melaporkan panitia pengajian, Suwarna dan Lurah Cisewu, Garut, Tisna, ke Polda Jawa Barat.

Dikutip dari detikcom, Ustaz Solmed melaporkan kedua orang tersebut ke polisi dengan tuduhan telah melakukan fitnah dan pencemaran nama baik.

''Bagaimana yang awal saya sampaikan bahwa saya berikan waktu pada saat itu 2x24 jam. Dalam waktu itu pun saya juga memberikan waktu untuk mereka memberikan permohonan maaf secara resmi atas segala ucapan, lontaran, tulisan, pernyataan yang memuat fitnah dan pencemaran kepada saya,'' ujar Ustaz Solmed saat dihubungi detikcom, Selasa (5/10/2021).

Bahkan, kata Ustaz Solmed, dirinya sudah memberikan tenggang waktu 4 hari untuk mereka menyampaikan permohonan maaf. Namun, hal itu tidak juga dilakukan oleh Suwarna dan Tisna.

''Tapi sampai hari Senin, bukan dua hari lagi tapi sudah empat hari saya tunggu tidak ada kabar. Akhirnya ya saya tunaikan janji saya hari Selasa saya secara resmi melaporkan dua orang. Saudara Suwarna dan saudara Tisna ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Barat,'' tutur suami April Jasmine itu.

Ada beberapa tuduhan yang dilaporkan oleh Ustaz Solmed. Di antaranya adalah soal pencemaran nama baik dan pencurian. Ustaz Solmed pun sudah memberikan beberapa bukti terkait laporannya tersebut.

''Laporan sudah diterima, mereka tentu mempelajari bukti-bukti yang saya berikan. Sampai nanti tentu saya ya menunggu kembali informasi dari teman-teman penyidik,'' imbuh Ustaz Solmed.

Namun penyidik baru menerima satu pasal, yaitu soal pencemaran nama baik melalui media elektronik. Untuk tuduhan yang lainnya, penyidik masih mempelajarinya.

''Sementara pasal-pasalnya sedang dipelajari. Jadi baru satu pasal, yang lainnya itu masih dipelajari. Baru satu pasal yang dikenakan, tapi ada beberapa pasal yang sedang disiapkan. Nah itu semua sedang dipelajari oleh penyidik. Jadi dalam beberapa hari ini penyidik akan mengambil keterangan lagi dari saya,'' beber Ustaz Solmed.

''Pencemaran nama baik, artinya secara media elektronik. Jadi pasalnya undang-undang ITE,'' tukasnya.

Dituduh Langgar Perjanjian

Sebelumnya, Ustaz Solmed dituduh oleh Suwarna telah melanggar perjanjian dalam ceramah. Ia membatalkan sepihak, padahal sudah menerima uang Rp8 juta.

Ustaz Solmed pun membantahnya. Ia tidak datang ke acara pengajian di Kampung Cisamak, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat karena mendapatkan halangan di jalan. Akses menuju kampung tersebut tertutup imbas longsor.

Semestinya, kata Ustaz Solmed, dirinya tidak wajib datang karena sejak awal sudah ditipu oleh Suwarna. Semula ia menyebut acara pengajian itu di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Namun secara mendadak lokasinya berubah.

''Kan saya hari Sabtu, hari Minggu itu ada acara di Pangalengan. Terus dia (panitia acara) minta, 'boleh nggak nanti malam di Pangalengan lagi biar sekalian lewat, sekalian di tempat'. Boleh, saya bilang,'' ujar Ustaz Solmed, saat dihubungi detikcom, Kamis (30/9/2021) lalu.

''Ya sudah nih ada jadwal di Cisewu, Pangalengan, Bandung. Oke nggak apa-apa kalau gitu, karena besok saya syuting jam 8 pagi, jadi nggak mungkin kalau terlalu jauh dari Pangalengan. Padahal saya siang mau pulang niatnya. Nah tiba-tiba kaget saya, kok Garut ya. Ini gimana ya, ya sudah lah karena pertimbangan kemanusiaan, kasihan ya sudah berangkat dah,'' lanjutnya.

Ustaz Solmed sudah berusaha mencari jalan alternatif untuk memenuhi undangan tersebut. Namun, tidak ada jalan lain yang bisa ditempuhnya. Kondisi pada saat itu pun hujan deras.

''Udah saya coba pakai motor, ya Allah ujan gede mau pakai motor lewat mana, perjalanan masih satu jam lebih. Mau nyiksa? Jangan juga nyiksa kali. Mau pakai motor juga lewat mana, ujan gede. Akhirnya balik, mau gimana coba,'' jelas Ustaz Solmed.

Akibat hal tersebut, Suwarna pun mencak-mencak di media sosial.

Ustaz Solmed pun membantah telah menerima uang sebesar Rp 8 juta. Ia hanya dikirimi uang Rp 2 juta oleh Suwarna.

Dalam masalah ini Ustaz Solmed justru merasa dirugikan, Dagangan rokoknya dibawa oleh Suwarna dan tidak dibayar. Totalnya ada 25 slop rokok SIN Herbal yang bernilai Rp 5 juta rupiah.

''Saya sudah dibohongi, dan saya sudah niat mau datang terus difitnah. Dia bilangnya Rp 8 juta, tapi ngirimnya Rp 2 juta. Rokok saya Rp 5 juta diambil, dia bawa. Ternyata apa yang terjadi? Bayar nggak, rokok balik nggak. Kan namanya maling tuh. Pasal baru itu. Kan dia jalan duluan sore, saya jalannya habis magrib. Sudah saya tagih 'mana rokok saya' dia diam saja, nggak dijawab. Diblokir nomor saya,'' tukas Ustaz Solmed.***