PEKANBARU - Sekretaris MUI Kota Pekanbaru DR H Hasyim SPdi MA, meyakini sosok dr. Irvan Herman bisa melanjutkan karier sang ayah dalam dunia politik maupun pemerintahan.

Karena menurut Hasyim, ketokohan Irvan Herman sudah menurun dari orang tuanya yakni mantan Walikota Herman Abdullah, yang dikenal dengan sejumlah prestasi yang membanggakan dalam membangun kota Pekanbaru menjadi kota yang sangat maju dan menjadi ibukota Provinsi Riau seperti saat ini.

"Masyarakat Riau sudah mengetahui bahwa dr Irvan Herman anak kandung dari Bapak Herman Abdullah. Sepak terjang Pak Herman Abdullah semasa tugasnya terbilang sukses. Biasanya cucuran atap  turunnya ke pelimbahan juga atau istilah lain buah jatuh tak jauh dari pohonnya," ungkap DR H Hasyim, Senin (8/4/2019) kemarin.

Menurut Hasyim lagi, Herman Abdullah telah berhasil memban gun kota Pekanbaru menjadi kota madani. Dan ia juga meyakini, ke depan sosok sang anaklah yang bakal melanjutkan kariernya.

Ads
"InsyaAllah dr Irvan Hemran dapat menggantikan estafet kepemimpian ayahnya di pentas nasional. Ia sosok muda yang kita andalkan dari Riau," tandasnya.

Selain pengusaha muda, Irvan Herman saat ini juga maju sebagai Caleg DPR-RI periode 2019-2024 dari Dapil Riau I.

Melalui Partai Amanat Nasional, ia mengaku akan memaksimalkan potensi generasi muda termasuk dirinya untuk kemajuan bangsa. Ia akan menjadi kebanggaan Riau di pentas Nasional.

Guna memuluskan perjuangannya ke Senayan, Wasekjern DPP PAN itu juga mengatakan, harapan besar ke pemilih milenial cukup tinggi. Ia berharap pemilih pemula ini ikut berpartisipasi dan tidak abai dalam pileg mendatang.

Untuk itu, Irvan mengajak kaum milenial Riau berpartisipasi dalam Pemilu 2019. "Jangan abai dan membiarkan masyarakat Riau diwakili oleh orang yang tidak kompeten, tidak mudah untuk berkomunikasi dan tidak memahami karakter milenial," kata Irvan.

Irvan juga nantinya akan melibatkan milenial dalam membangun sistem komunikasi berbasis IT antara anggota dewan dengan masyarakat yang diwakilinya.

Ia juga memberikan gambaran betapa berperannya milenial dalam menentukan arah kebijakan pemerintah melalui partai politik dan parlemen.

Karena kata Irvan, posisi generasi milenial pada pemilu 2019 sangat diperhitungkan oleh peserta pemilu. Dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan jumlah pemilih milenial mencapai 80 juta jiwa dari 193 juta pemilih atau berkisar 40 persen yang tentu sangat berpengaruh.

Bahkan sebelumnya, Dr Sri Nuryanti, ahli Kepartaian dan Pemilu LIPI menyatakan, generasi milenial harus memahami bahwa pemilu di Indonesia itu sebagai hak dan sifatnya voluntary, tetapi menentukan masa depan Indonesia. Upaya-upaya guna meningkatkan partisipasi milenial pada Pemilu 2019 nanti layak diapresiasi.

Komisioner KPU 2007-2012 ini berpendapat, banyak kaum milenial yang memandang pemilu di Indonesia ini tidak keren, kuno dan berfikir seharusnya bisa lebih canggih dengan memanfaatkan IT. Alhasil mereka enggan terlibat aktif dalam pemilu.

"Padahal untuk menuju sistem Pemilu yang canggih harus berproses, diawali dengan partisipasi yang tinggi sehingga mutu demokrasi meningkat dan pemerintahan yang dihasilkan memiliki legitimasi kuat," kata dia.

Terlebih, Partai Amanat Nasional (PAN) kini makin percaya diri memanangkan banyak kadernya untuk merebut kursi legislatif. Kader-kader muda, cerdas dan berprestasi menjadi andalan parai besutan tokoh reformasi , Amien Rais tersebut.

Ditegaskan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bahwa para calon legislatif dari partainya tersebut, siap bertarung memperebutkan suara rakyat di pemilu 2019 mendatang. Zulhasan, panggilan akrab Zulkifli Hasan menekankan, para caleg fokus memenangkan pemilu 2019.

"Tahun ini kita merekrut para tokoh muda yang berkualitas. Dan kita berharap bisa meyakinkan masyarakat," tandasnya.

PAN menunjukkan pertarungan di Pileg 2019 ini fokus ke calon muda yang memiliki konstituen dan kapabilitas nyata dibandingkam kader lama tapi tidak aktif. Apa lagi yang selama ini hanya jalan di tempat.

Dan Irvan Herman sendiri adalah satu caleg yang menjadi andalan utama PAN untuk wilayah Riau. Ia saat ini juga menduduki jabatan sebagai Wasekjen DPP PAN.***