PEKANBARU - Sembilan bando atau tiang reklame yang melintang diatas jalan, hari ini ditempeli surat penyegelan oleh tim yustisi Pemko Pekanbaru, yang terdiri dari Satpol PP Pekanbaru dan Dinas Perhubungan (Dishub), Senin, (16/12/2019).

Bando tersebut sudah jelas ilegal berdasarkan Peraturan Mentri Pekerjaan Umum Nomor 20 Tahun 2010 tentang pemanfaatan bagian-bagian jalan. Dimana pada pasal 18, disebutkan bahwa konstruksi bangunan iklan dan media informasi tidak boleh melintang diatas jalan.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih memberikan kesempatan kepada para pengelola untuk mau bekerjasama. Ia berharap pengelola mau memotong sendiri bando mereka.

"Jumlahnya ada 9 bando, ini kita tempeli surat peringatan agar pemiliknya mau berkoordinasi dengan Satpol PP atau Dishub. Harapan saya, pemiliknya mau memotong sendiri bandonya, karena kalau kita yang potong tentu membutuhkan biaya," jelas Agus.

Sementara itu, sembilan bando tersebut diantaranya terletak di Jalan Tuanku Tambusai, di dekat Mal SKA dan Global Bangunan. Dua titik terletak di dekat pertigaan Jalan Riau dan Jalan Kulim, satu bando di depan gerbang masuk Hotel Grand Elite.

Kemudian, ada dua titik di Jalan Soekarno-Hatta, dekat Kantor Asuransi Sinarmas dan dealer Honda. Selanjutnya, satu titik di Jalan Sudirman Ujung, dan satu lagi di Jalan Imam Mundandad dekat Persimpangan Jalan Kapling. Terakhir berada di Markas Yon Arhanudse-13BS.***