KAMPAR – Seorang ayah di Kabupaten Kampar, Riau berinisial HP (46) melapor ke Kepolisian Sektor Perhentian Raja, karena tak terima anak gadisnya berusia 15 tahun menjadi korban pencabulan.

Kapolsek Perhentian Raja, Iptu Rusman menjelaskan, pencabulan itu terjadi pada Jumat (29/7/2022) siang lalu. Siang itu, HP pergi ke Masjid untuk menunaikan Salat Jumat. HP menitipkan kunci rumah kepada anak perempuannya itu.

Selesai Salat Jumat, HP pulang dan memanggil putrinya untuk meminta kunci kamar. Putrinya pun keluar dari kamar. Ia kaget melihat yang terjadi.

"Pelapor (ayah korban) melihat seorang laki-laki di balik pintu kamar anaknya," ujar Rusman, Selasa (2/8/2022). Ia melihat putrinya itu gugup. Kemudian membuka pintu kamar dan benar saja. Ada laki-laki sembunyi di balik pintu.

"Kamu siapa?," kata Rusman meniru pertanyaan HP kepada laki-laki yang diketahui berinisial AA, 17 tahun itu. AA hanya diam. Lalu HP menghubungi Kepala Desa Kampung Pinang, Ulul Amri.

Kepala Desa langsung datang dan langsung menginterogasi AA. AA mengakui perbuatannya. "AA mengakui telah mencabuli korban sebanyak empat kali," ujarnya.

Pertama dan kedua di bulan Juni 2022 di sebuah rumah kontrakan di Kartama, Marpoyan Damai, Pekanbaru. Lalu kedua dan keempat di rumah teman korban yang berada di Desa Kualu Kecamatan Tambang pada awal Juli 2022.

Setelah mendengar pengakuan itu, HP langsung membawa AA ke Mapolsek Perhentian Raja. AA merupakan warga Perumahan Graha Payung Sekaki Desa Kualu Kecamatan Tambang.

"Modus pelaku dengan membujuk dan merayu Korban untuk mau melakukan perbuatan cabul tersebut," jelasnya.

Ia mengatakan, AA dan barang bukti telah diamankan. Menurut dia, AA dijerat melanggar Pasal 81 dan Pasal 82 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.***