TELUKKUANTAN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau tahun 2023 diasumsikan sebesar Rp136 miliar. Angka ini mengalami peningkatan sebesar Rp15 miliar dibanding tahun 2022.

Pada tahun lalu, PAD Kuansing diasumsikan sebesar Rp121 miliar dan terealisasi sebesar 86 persen. Tentunya ini menjadi perhatian Pemkab Kuansing, terlebih ada peningkatan ketika pencapaian PAD tak maksimal.

Karena itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kuansing melakukan rapat koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Diskop UKM Dagrin, Dishub dan Satpol PP, Jumat (20/1/2023). Rapat ini membahas kelemahan-kelemahan di tahun 2022 dan mencari solusi agar pencapaian PAD maksimal di tahun 2023 ini.

"Kami menilai, OPD-OPD yang memiliki target PAD kurang serius untuk berinovasi dalam menggali potensi yang ada, sesuai dengan regulasi," ujar Jafrinaldi kepada GoRiau.com di Telukkuantan.

Karena itu, Bapenda akan membahas setiap OPD yang memiliki target PAD. Jafrinaldi optimis, PAD tahun 2023 akan tercapai. "Mumpung pejabat baru dan semangat baru," katanya.

Sementara itu, strategi dan langkah-langkah yang akan diambil Pemkab Kuansing guna memaksimalkan pencapaian PAD dimulai dari mendata kembali potensi retribusi parkir. Kemudian, Pemkab Kuansing berencana merevisi tarif parkir untuk roda dua. Dalam Perda, tarif parkir roda dua adalah Rp1 ribu dan akan dinaikkan menjadi Rp2 ribu.

"Kita juga akan membuat regulasi parkir pra bayar," ujar Jafrinaldi.

Bidang perhubungan, Pemkab Kuansing akan mendata dan merazia kendaraan angkutan, termasuk yang berada di perusahaan. Sebab, masih banyak kendaraan yang belum uji KIR.

"Terminal kita aktifkan dan melakukan tindakan terhadap travel-travel yang tidak mematuhi Perda Kuansing," kata Jafrinaldi.

Untuk pasar, Pemkab Kuansing akan menertibkan dan mendata pedagang di Pasar Tradisional Berbasis Modern, sekaligus parkir di sana.

"Kios-kios pemerintah di pasar kecamatan, ini kita tata kembali dan ditertibkan dengan membuat kontrak baru, sesuai regulasi yang ada," terang Jafrinaldi.

Tidak hanya itu, Pemkab Kuansing akan bekerjasama dengan pihak perumahan untuk meningkatkan PAD, terutama objek kebersihan lingkungan.

"Agar semua bisa maksimal, dukungan Satpol PP sangat diperlukan dalam penegakan Perda. Potensi PAD di Satpol PP ada juga, yakni APAR (alat pemadam api ringan)," tutup Jafrinaldi.***