PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyebut peresmian proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) tahap pertama di Lapangan Minas sebagai momentum penting kebangkitan produksi minyak nasional sekaligus harapan baru bagi perekonomian Riau.

Hal itu disampaikan SF Hariyanto dalam sambutannya pada peresmian injeksi perdana CEOR Minas 1 yang berlangsung di Pekanbaru, Selasa (23/12/2025). Ia mengatakan, Riau memiliki sejarah panjang sebagai lumbung energi nasional sejak Lapangan Minas mulai berproduksi sejak lama dan telah mengalirkan miliaran barel minyak bagi pembangunan Indonesia.

“Tantangan hari ini bukan sekadar mencari cadangan baru, tetapi bagaimana merawat dan mengoptimalkan aset yang sudah ada agar tetap produktif. Karena itu, peresmian injeksi perdana CEOR di Minas ini bukan sekadar proyek teknis, melainkan simbol napas baru bagi Blok Rokan,” ujar SF Hariyanto.

Ia mengapresiasi penerapan metode Chemical Enhanced Oil Recovery dengan teknologi alkali, surfaktan, dan polimer atau ASP. Menurut dia, kebanggaan tersendiri bagi Riau karena formulasi kimia yang digunakan merupakan hasil riset dan inovasi internal anak bangsa, khususnya para perwira Pertamina.

“Ini membuktikan kita tidak lagi sepenuhnya bergantung pada teknologi asing. Putra-putri Indonesia, termasuk yang bekerja di tanah Riau, mampu melahirkan solusi untuk menjawab tantangan energi nasional,” katanya.

SF Hariyanto menegaskan, keberhasilan proyek CEOR tidak hanya berdampak bagi Pertamina Hulu Rokan, tetapi juga sangat strategis bagi masa depan ekonomi Riau. Ia berharap peningkatan produksi minyak dari Lapangan Minas akan berimplikasi langsung pada keberlanjutan dana bagi hasil migas yang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.

Dana bagi hasil tersebut, lanjutnya, sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan daerah, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan sekolah, hingga fasilitas kesehatan. Ia juga menyampaikan harapan agar peningkatan produksi minyak ke depan dapat mengembalikan kontribusi migas terhadap pendapatan Riau seperti pada masa-masa sebelumnya.

Pemerintah Provinsi Riau, kata SF Hariyanto, berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif bagi proyek-proyek strategis nasional, termasuk sektor energi. Ia berharap injeksi perdana CEOR Minas berjalan lancar dan mampu melampaui target produksi.

“Mari kita jaga aset negara ini bersama-sama di Riau dan mengalirkan energi untuk Indonesia maju,” ujarnya.

Sebagai informasi, teknologi CEOR merupakan solusi inovatif untuk meningkatkan produksi minyak dari lapangan tua yang masih menyimpan cadangan signifikan. Teknologi ini digunakan untuk mendorong minyak yang sulit diproduksikan dengan metode konvensional, seperti injeksi air.

CEOR bekerja dengan menginjeksikan kombinasi alkali, surfaktan, dan polimer ke dalam reservoir. Surfaktan berfungsi menurunkan tegangan antarmuka minyak dan air sehingga minyak terlepas dari batuan. Polimer menyapu minyak yang telah terlepas, sementara alkali mengurangi penyerapan bahan kimia oleh batuan reservoir. Melalui teknologi ini, Pertamina Hulu Rokan menargetkan peningkatan perolehan minyak sebesar 12 hingga 16 persen dari Original Oil in Place (OOIP).

Peresmian CEOR tahap pertama di Lapangan Minas dihadiri oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto, anggota Komisi XII DPR RI Yulisman, Ketua DPRD Riau Kaderismanto, Bupati Siak Afni Zulkifli, Komisaris PT Pertamina Hulu Energi Stella Christie, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi, Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi Mery Luciawaty, Komisaris Utama PT Pertamina Hulu Rokan Susilo Widhyantoro, serta Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan Muhammad Arifin. ***