RENGAT,GORIAU.COM - Sarman alias Wiji (40), pedagang gorengan pisang molen yang ditemukam meninggal dikontrakannya, Selasa (16/3/2015) siang tadi. Dugaan sementara, Wiji tewas akibat serangan jantung. Saat ditemukan, tubuh korban sudah membengkak dan menghitam.
"Disuga korban meninggal akibat serangan jantung. Sebab, dari hasil pemeriksaan kita bersama tim dokter RSUD Indrasari yang dipimpin dr Maya, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban", ujar Brigadir Wandi didampingi Brigadir Akmal selaku tim forensik Polres Inhu, Selasa (16/3/2015) saat ditemui di kamar mayat RSUD Indrasari.
Dikatakan Akmal, saat ditemukan warga, posisi korban dalam keadaan tertelungkup diatas tilam (kasur-red) seperti orang sedang tidur, sementara kedua tangan korban terlipat dan jasad korban sudah mulai membusuk.
Diketahui korban merupakan warga perantau asal Desa Pengepon, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Jeteng).
"Dari keterangan teman korban yang juga saksi serta warga sekitar tempat kejadian, sebelumnya korban tinggal bersama istrinya yang saat ini tengah pulang kampung untuk melahirkan. Sebelum ditemukan meninggal, korban sudah tiga hari tidak kelihatan, sementara kedai atau kontrakan korban terkunci dari dalam, sehingga warga dan ketua RT setempat terpaksa mendbrak pintu kedai itu", jelasnya.
Sementara itu rekan satu kampung korban, Topan (40), kepada GoRiau.Com menyebutkan, korban sudah tiga hari tidak kelihatan. Saat dihubungi HP korban masuk tapi tidak diangkat. "Hasil komunikasi saya dengan pihak keluarga, rencananya jasad Wiji akan dikebumikan di kampung halamannya di Jawa Timur", terangnya.(jef)


