SIAK - Perekonomian Kabupaten Siak segera dipotret secara menyeluruh lewat operasi pendataan berskala masif. Sedikitnya 39 ribu unit usaha dan 150 ribu kepala keluarga menjadi target sasaran yang akan disisir langsung di lapangan demi mendapatkan data ekonomi teranyar.

Kepala BPS Kabupaten Siak, Nugroho Imam Darodjat memastikan pihaknya telah merekrut dan menyeleksi ketat 368 petugas lapangan. Seluruh personel yang dilibatkan merupakan warga tempatan yang sangat memahami karakteristik sosial dan ekonomi wilayahnya masing-masing.

"Saya yakin Sensus Ekonomi Tahun 2026 dapat berjalan dengan sukses," ungkap Nugroho penuh optimisme, Jum'at (5/6/2026).

Tantangan Integritas Petugas Lapangan

Kehadiran ratusan petugas ini bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif pendataan rumah ke rumah. Mereka mengemban tanggung jawab besar sebagai perpanjangan tangan negara untuk memotret realitas ekonomi warga tanpa rekayasa.

Bupati Siak, Afni Zulkifli yang hadir membuka pelatihan petugas sensus di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan menyadari betul krusialnya angka-angka yang akan dihasilkan. Ribuan data mentah tersebut nantinya akan diolah menjadi senjata utama pemerintah untuk mengambil keputusan strategis.

"Data yang diperoleh para petugas yang berjumlah 368 orang ini akan menjadi sumber bagi pemerintah daerah untuk mengambil berbagai kebijakan," ujar Afni di hadapan para peserta pelatihan.

Pemetaan puluhan ribu unit usaha ini ditargetkan mampu memperlihatkan sektor-sektor mana saja yang sedang berkembang pesat dan sektor mana yang mulai meredup. Angka spesifik dari lapangan sangat dibutuhkan untuk merancang program pemberdayaan UMKM agar alokasi anggaran daerah tepat sasaran.

"Kita dapat mengetahui sektor-sektor usaha yang berkembang dan sektor yang masih memerlukan dukungan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," urainya. ***