SIAK - Bupati Siak, Afni Zulkifli blak-blakan menyoroti keterbatasan pemerintah daerah dalam memetakan potensi sektor industri dan manufaktur secara mandiri. Ia mengakui banyak variabel ekonomi krusial di wilayahnya yang selama ini tidak bisa dihimpun secara optimal jika hanya mengandalkan mekanisme internal birokrasi.

Kondisi inilah yang membuat Pemerintah Kabupaten Siak menggantungkan harapan besar pada pelaksanaan Sensus Ekonomi. Afni menjadikan ajang pendataan berkala ini sebagai pintu masuk untuk mengurai benang kusut tantangan perekonomian masyarakat.

"Hasil Sensus Ekonomi 2026 ini, mudah-mudahan bisa menjadi landasan bagi kami membawa Siak menjadi lebih hebat dan bermartabat," ucap Afni saat membuka pelatihan petugas lapangan di Kantor Bupati, Jum'at (5/6/2026).

Data Valid Hindari Salah Sasaran Kebijakan

Sebanyak 368 warga lokal yang telah direkrut secara khusus kini memegang peranan vital. Kualitas data yang mereka kumpulkan dari desa hingga pelosok kecamatan akan menentukan arah pembangunan Siak ke depan, mulai dari intervensi sektor usaha hingga strategi pengentasan masalah ekonomi.

Menurut Afni, merancang kebijakan tanpa basis data yang akurat sama halnya dengan meraba-raba di ruang gelap. Ia mewanti-wanti agar hasil sensus nanti benar-benar merepresentasikan kondisi nyata, bukan sekadar angka di atas kertas.

"Data yang diperoleh para petugas yang berjumlah 368 orang ini akan menjadi sumber bagi pemerintah daerah untuk mengambil berbagai kebijakan," tegas kepala daerah tersebut.

Pemerintah daerah berambisi menjadikan hasil rekapan sensus ini sebagai instrumen utama dalam meramu program turunan. Mulai dari pemetaan kebutuhan setiap wilayah hingga injeksi bantuan ke sektor usaha kecil akan sepenuhnya berpatokan pada profil ekonomi yang disetorkan oleh para petugas di lapangan. ***