JAKARTA - Daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta III kerap disebut sebagai dapil 'Neraka', karena paling berat bagi para caleg untuk meraup suara pemilih. Apalagi, dapil yang melingkupi Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat tersebut, bercokol nama-nama tenar di dunia perpolitikan tanah air.

Dari seluruh dapil yang ada, Dapil DKI III ini adalah yang paling menarik, dimana para politisi terbaik mewakili parpolnya berada di dapil ini untuk memperebutkan simpati dan suara masyarakat. Termasuk incumbent Effendi MS Simbolon yang kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI dari PDIP dengan nomor urut 5, untuk periode 2010-2024.

Majunya kembali Effendi Simbolon ini mendapat dukungan besar dari berbagai kelompok masyarakat di dapil-nya tersebut. Seperti pada Sabtu (28/3/2010), sebanyak 3000 massa dan simpatisannya menggelar acara bertema 'Doa Juang dan Harapan untuk Dr. Effendi MS Simbolon sebagai anggota DPR RI Periode 2019-2024', bertempat di Gedung Remaja Jakarta Utara (GRJU), Jakarta Utara.

Sebagai bentuk dukungannya, kaum Ibu-Ibu itu membacakan Pakta Keyakinan terkait dukungan terhadap Effendi Simbolon, yang telah melalui tiga periode sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDIP itu.

Ads
Pantauan dilokasi, ke 3000 massa yang mayoritas perempuan itu datang dari berbagai komunitas gereja yang ada di wilayah DKI Jakarta III dari kaum perempuan yang masing-masing berasal dari Komunitas Ibu-Ibu Jemaat Geraja Sangir,  Minahasa dan Batak.

Acara ini dihadiri oleh Effendi Simbolon dan istrinya Dra. Dessy Trinita br Tobing. Sementara seluruh ibu-ibu jemaat memakai kaos merah yang bagian depannya bergambar wajah Effendi Simbolon, dan dibagian belakang bergambar kertas suara Effendi yang berada kolom 5 dengan tulisan "Ayo Coblos No #5".

Mendapat dukungan dari kaum emak-emak, Effendi Simbolon mengaku sangat bersyukur dan akan memenuhi keinginan mereka agar dirinya bisa terpilih dan duduk kembali sebagai walil rakyat dari dapil DKI III.

"Saya sangat terharu melihat antusias Ibu-Ibu yang telah mendoakan saya. Saya tidak akan mengecewakan mereka," ucap Effendi seraya mengucapkan rasa syukurnya yang mendalam.

Acara dimulai dengan tarian penyambutan untuk Effendi Simbolon dan istri ke arena acara Menariknya, tarian penyambutan tersebut adalah tarian perang dari Minahasa. Busana tradisional yang membalut tubuh 10 penari disebut Kawasan.

Effendi dan istri memasuki tempat acara dengan wajah sumbringah dan melambaikan tangannya ke ibu-ibu  jemaat.  Mereka pun membalas lambaian tangan anggota Komisi I DPR tersebut.

Selanjutnya acara diisi dengan koor ibu- ibu jemaat yang membawakan lagu-lagu rohani. Setelah itu,  seorang lelaki berkotbah  menyampaikan maksud digelarnya acara Doa Juang dan Harapan untuk mendoakan Effendi Simbolon agar meraih sukses pada Pemilu 2019.

Menurut rencana Effendi akan melakukan prosesi minta didoakan dalam menghadapi pencalegannya tersebut. Selain itu dia dan istrinya Dessy Trinita br Tobing akan bernyanyi di atas podium menyanyikan lagu rohani.

Optimisme tersebut disampaikan Tokoh Budaya Minahasa, Yan Wowor dalam perbincangan dengan wartawan disela acara Doa Juang dan Harapan untuk Ettendi Simbolon agar kembali menjadi anggota DPR. Menurut dia, Effendi Simbolon masih pantas untuk menjadi anggota DPR untuk keempar kalinya.

Mengapa? Yan beralasan Effendi yang dikenal sebagai anggota DPR yang konsisten dalam melaksanakan visi dan misinya. Menurutnya sudah banyak kerja nyata yang dibuat Effendi selama menjadi anggota DPR.

"Tiga periode menjadi anggota DPR telah melakukan kerja nyata. Bahkan dia dikenal sebagai orang yang konsisten dalam melaksanakan visi dan misi awal pertama kali mencalonkan diri sebagai anggota DPR," kata Yan.***