DUMAI - Tahun ini adalah merupakan tahun terakhir penerapan target 20 juta wisatawan ke tanah air. Desain strategi yang telah diterapkan selama ini telah berjalan dengan baik walaupun terkendala oleh berbagai hal mulai dari bencana alam, seperti gunung meletus, gempa bumi, tsunami maupun bencana dalam skala yang lebih kecil seperti tanah longsor dan lainnya.

Target tersebut memang belum tercapai, tapi masih ada waktu. Setahun kedepan adalah saatnya melakukan sprint dengan menerapkan multi strategi yang bisa mengakselerasi angka kunjungan agar di akhir 2019 nanti kita bisa tersenyum atas tercapai target yang telah dicanangkan semenjak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Hal ini dikatakan oleh ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) sub regional Dumai, ketika berdiskusi bersama kontributor GenPI.co, seusai acara pengukuhan komunitas penggiat pariwisata besutan Kemenpar di 'Kota Minyak' itu, pada hari Kamis (10/9) di pendopo Sri Bunga Tanjung kota Dumai provinsi Riau. Dihadiri Wali Kota Dumai H Zulkifli AS, Kadispar Riau, Fahmizal Usman, Kadiparpora Dumai, Fauzi Efrizal berserta jajaran GenPI di regional Riau.

"Kami melihat masih ada potensi tersembunyi yang selama ini belum dielaborasi untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke dalam negri. Kawasan pesisir timur Sumatra, khususnya yang berada di propinsi Riau adalah merupakan kawasan perbatasan yang mempunyai potensi besar untuk pengembangan Cross Border Tourism," kata Osvian Putra.

Ads
Menurutnya, di wilayah Riau kabupaten Bengkalis mempunyai jalur laut ke Melaka, Muar di Malaysia, kota Dumai mempunyai jalur laut reguler ke Melaka, Muar dan Port Dickson di Malaysia, kota Selat Panjang kabupaten Kepulauan Meranti, mempunyai jalur laut reguler ke Batu Pahat di Johor Malaysia.

"Jalur tradisional yang telah ada selama bertahun-tahun ini seolah lupa dan tidak tersentuh. Padahal di wilayah lain seperti Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur bahkan Papua pengembangan model pariwisata seperti ini sudah mulai dijalankan. Kita punya program hot deal, kita punya program cross border tourism, kita punya GenPI yang siap menghebohkan media sosial dikawasan tersebut untuk promosi," pungkasnya.

"Kota ini semenjak zaman dulu sudah menjadi kota perdagangan lintas batas antara Sumatra dan Semenanjung Malaysia. Dari Malaysia terdapat 3 rute kapal yang beroperasi setiap hari, Melaka-Dumai, memiliki kapasitas 250 seat , Muar - Dumai memiliki kapasitas 150 seat dan Port Dickson-Dumai, memiliki Kapasitas 150 seat. Total kapasitas kapal dari Malaysia tujuan Dumai adalah 550 orang per hari, 16.500 orang per bulan atau 198.000 orang per tahun. Hadirnya GenPI Dumai tentunya melibatkan pentahelix pariwisata diharapkan bisa mendorong potensi ini," timpal Osvian Putra.***