PEKANBARU - Ratusan guru sertifikasi yang tergabung dari Guru SD,SMP se-Kota Pekanbaru memenuhi jalan Sudirman, tepatnya di depan Kantor Walikota Pekanbaru-Riau, Selasa (5/3/2019).

Para guru tersebut menuntut dana tunjangan profesi yang sampai saat ini tidak kunjung diberikan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, malah mau dihapuskan.

"Kami sudah muak dengan ini semua. Awalnya dana tunjangan kami diturunkan dari Rp1.650.000 menjadi Rp850.000, kami masih diam, ini malah mau dihapuskan makanya kami tidak bisa diam saja diperlakukan seperti ini,'' sebut salah seorang guru SD di Pekanbaru bernama Murni kepada GoRiau.

Dikatakan, ada sekitar tujuh ribu guru tersertifikasi tidak mendapatkan dana Tunjangan Penambahan Penghasilan hingga saat ini. Dan 2019 akan ada penghapusan TPP.

Ads
"Untuk tahun 2017 dua bulan tidak diberikan, tahun 2018 sejak Oktober lalu juga belum dibayarkan sampai saat ini,'' lanjutnya.

Dalam demo yang dilakukan para guru SD-SMP se-kota Pekanbaru tersebut ada 6 point pemintaan kepada pemerintah kota Pekanbaru yaitu:

1. Revisi peraturan walikota pasal 9 ayat 8 (tentang Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) Guru Sertifikasi tetap diberikan kepada seluruh guru sertifikasi Pekanbaru.

2. Kembalikan Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) Guru Sertifikasi Kota Pekanbaru seperti sediakala dengan jumlah Rp1.650.000 untuk 12 bulan pembayaran tahun 2019.

3.Tidak ada kesenjangan atau diskriminasi guru sertifikasi dan pegawai dinas pendidikan kota Pekanbaru dalam hal TPP  karena guru berada di instansi yang sama dan guru adalah bagian penting dari dinas pendidikan kota Pekanbaru.

4.Tidak ada intimidasi,mutasi,dan intervensi terhadap seluruh guru sertifikasi yang melaksanakan kegiatan demo.

5.Tidak diberikan janji palsu (PHP) dalam pencairan TPP untuk seluruh sertifikasi Kota Pekanbaru,cairkan secara penuh 12 bulan di tahun 2019 sebesar Rp.1.650.000/bulan.

6. Apabila kesepakatan pada no 1-5 tidak dilaksanakan dalam bentuk pengairan dana TPP ke seluruh guru sertifikasi kota Pekanbaru maka kami akan mogok mengajar sampai tuntutan kami terpenuhi.

Pantauan GoRiau hingga saat ini masih belum ada tanggapan dari pihak pemerintah kota Pekanbaru sehingga para guru masih tetap berada di lokasi demo bahkan sampai memboikot jalan Sudirman dengan memberhentikan Bus Trans Metro Pekanbaru. ***