PEKANBARU - Rumah Sakit Ibnu Sina dan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Riau, dilaporkan ke Polda Riau karena diduga memositif-Covid-19-kan pasien yang meninggal dunia.

Laporan dibuat oleh ahli waris dari almarhumah berinisial W, bernama Zulkardi, Rabu (14/10/2020). Saat melapor, Zulkardi didampingi kuasa hukumnya, Suroto, SH. Menurut ahli waris, W tidak mengidap Covid-19.

''Hari ini kami mendampingi keluarga dari almarhumah W yang melaporkan Rumah Sakit Ibnu Sina dan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru ke Polda Riau. Instansi itu diduga melakukan tindak kejahatan berdasarkan Pasal 263 junto Pasal 267 KUHPidana,'' ujar Suroto kepada GoRiau.com, Rabu (14/10/2o20) sore.

Dijelaskan, dugaan manipulasi data diduga berawal saat salah satu anggota keluarga korban melihat nama almarhumah tercatat sebagai pasien yang meninggal karena terjangkit Covid-19. Data itu digunakan oleh Diskes Kota Pekanbaru untuk laporan pasien Covid-19 ke Diskes provinsi dan nasional.

Menurut Suroto, pihaknya tidak hanya melaporkan dugaan pidana umum, tetapi juga berencana serta melaporkan dugaan pelanggaran UU ITE dan Tipikor.

Terakhir Suroto menambahkan, dari data yang ia ketahui, di Kota Pekanbaru diperkirakan ada 5 pasien yang mengalami nasib yang sama dengan almarhumah W. Dugaan korupsi bisa saja terjadi sebab ketika pasien dinyatakan positif Covid-19, segala biaya menjadi tanggungan pemerintah. ***