PEKANBARU - Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis berhasil mengungkap upaya penyelundupan tenaga kerja ilegal ke Malaysia. Dalam pengungkapan ini, sebanyak 43 warga negara asing (WNA) asal Bangladesh, satu orang yang diduga sebagai penampungnya, E (22) dan 10 pekerja migran Indonesia diamankan polisi.

"Ada 43 WNA Bangladesh, satu orang diduga sebagai penampung dan 10 PMI yang diamankan. Mereka mau dikirim secara ilegal ke malaysia melalui jalur laut di Desa Tangjung leban Kecamatan Bandar Lasmana, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada 26 September 2022 kemarin," kata Kapolres Bengkalis, AKBP Indra Wijatmiko, Rabu (28/9/2022).

Ia membeberkan pengungkapan ini berawal pada 26 September 2022 sekira jam 21.00 WIB saat anggota Polsek Bukit Batu Polres Bengkalis mendapatkan informasi tentang adanya 43 WNA Bangladesh dan 10 PMI ingin berangkat ke Malaysia melalui laut Desa Tanjung Leban, Bandar Laksamana. Mendapat informasi tersebut, tim langsung ke lokasi.

"Kemudian pada 27 September 2022 anggota Polsek Bukit Batu menemukan WNA Bangladesh dan PMI tersebut di Pesisir Pantai Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana. Setelah diinterogasi WNA Bangladesh dan PMI tersebut menyampaikan bahwa yang menampung mereka di Desa Tanjung Leban tersebut E (22)," ujarnya.

Polisi lantas mencari keberadaan pelaku. E sendiri berhasil diamankan. E diketahui warga diketahui warga Jalan Arifin Ahmad Selinsing Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau.

"Tersangka kita jerat Pasal 2 ayat (1), (2) UU Negara RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan/ atau Pasal 120 Ayat (1) UU Negara RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," jelasnya. ***