PEKANBARU - Setelah melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus kekerasan dan perundungan terhadap salah seorang siswa SMP Negeri 38 Pekanbaru, Riau, akhirnya pihak kepolisian menetapkan dua orang siswa sebagai tersangka.

Penyidik Polresta Pekanbaru menetapkan dua siswa SMP Negri 38 Pekanbaru sebagai tersangka karena mengakibatkan seorang anak kelas VIII di SMP tersebut mengalami patah tulang hidung dan harus dioperasi.

Kapolresta Pekanbaru, AKBP Nandang Mu'min Wijaya mengatakan penanganan kasus perundungan disertai kekerasan terus berjalan, hingga saat ini sejumlah saksi telah diperiksa, bahkan pihaknya telah menetapkan dua orang anak sebagai tersangka.

"Proses penyelidikan terus berjalan sesuai prosedur. Mulai dari pemeriksaan para saksi, para ahli, visum serta melengkapi berkas perkaranya. Dan ada dua orang berinisial MH dan R ditetapkan sebagai tersangka, namun mereka tidak ditahan karena masih dibawah umur," kata Nandang di Polresta Pekanbaru, Rabu (27/11/2019).

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaluddin Syam mengatakan sudah lebih dari sepuluh orang yang diperiksa berkaitan dengan kasus perundungan disertai kekerasan itu. Diantaranya, dari sekolah mulai dari kepala sekolah dan guru yang berada di dalam kelas saat kekerasan terjadi, keluarga pelaku, keluarga korban, dan teman korban yang berada didalam kelas.

Untuk diketahui, peristiwa perundungan dan kekerasan tersebut terjadi pada tanggal 05 November 2019 lalu. Penganiayaan dilakukan oleh By yang mengakibatkan seorang siswa kelas VII di SMP tersebut mengalami patah tulang pada bagian hidung. Tidak hanya itu, korban sempat menjalani operasi karena luka yang dialaminya cukup serius. ***