TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Rapat rutin Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Indragiri Hilir (Inhil) bulan ini diselenggarakan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Selasa (17/3/2015), dimana pada kali ini, isu aktual yang menjadi pembahasan pokok adalah sektor ketenaga listrikan.

Rapat rutin setiap tanggal 17 ini dipimpin oleh Bupati Inhil, HM Wardan dan dihadiri juga oleh Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Kepala SKPD serta Ketua-ketua Komisi pada DPRD Inhil.

Berdasarkan pemaparan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Inhil, Tengku Edi mengatakan bahwa, secara umum kondisi pelayanan ketenaga listrikan di wilayah Inhil yang dilayani oleh PT PLN (Persero) Rayon Tembilahan, Kuala Enok dan Rengat mengalami krisis listrik.

Saat ini saja untuk kota Tembilahan dijelaskannya dari 8 unit mesin milik PLN memiliki daya terpasang sebesar 4,2 Mega Watt. Sedangkan untuk 17 unit mesin sewa, 5 diantaranya mengalami kerusakan, sehingga defisit mencapai 9,53 Mega Watt.

Menanggapi hal itu, Bupati Inhil, HM Wardan mengatakan bahwa dirinya sudah menemui GM PLN Pekanbaru untu menyampaikan berbagai permasalahan listrik yang terjadi saat ini.

Pada sore ini pun dikatakannya, dirinya bersama GM PLN Pekanbaru akan melihat langsung kondisi mesin yang berada di Parit 4 Tembilahan Hulu.

''Nanti sore kita lihat sama-sama mesin yang rusak, dan di sana saya juga akan meminta kejelasan kapan tepatnya suplai daya bisa tercukupi, sehingga masyarakat tidak resah lagi,'' sebut Bupati.

Bupati juga berharap, pada 1 April 2015 masalah kekurangan daya di Inhil sudah bisa teratasi. ''Kita diinformasikan kalau mesin yang baru saat ini sudah berada di Jambi, mudah-mudahan mesin itu secepatnya bisa mensuplai daya kepada seluruh masyarakat kita,'' tutup HM Wardan.(ayu)