PEKANBARU, GORIAU.COM - Menpora Andi Mallarangeng, Sabtu (13/10/2012) malam menutup secara resmi Pekan Paralimpik Nasional XIV 2012 Riau di Gelanggang Remaja Pekanbaru. Seremoni penutupan yang dikemas apik ini, mempertunjukkan seni dan hiburan bertema semangat pantang menyerah meraih impian, berlangsung khidmat dan meriah.


Penampilan penyanyi cilik tunanetra, paduan suara, dan pagelaran operet mampu memukau paralimpian dan undangan.


Selain defile 11 cabor, acara yang dihadiri sekitar tiga ribu undangan dan masyarakat umum, juga diserahkan bendera Peparnas kepada perwakilan dari Jawa Barat, yang akan menjadi tuan rumah PON XIX tahun 2016 mendatang sekaligus tuan rumah Peparnas XV. 


Menpora pada sambutannya menyampaikan rasa bangga kepada seluruh paralimpian, yang selama sepekan berjuang penuh semangat meraih prestasi. Bahkan beberapa atlet mampu memecahkan rekor Asia dan ASEAN.


''Ini kemenangan dan kesuksesan paralimpian seluruhnya,'' ujar Menpora.


Untuk itu, Menpora meminta kepada seluruh PB turut membina dan melatih para atlet difabel bekerjasama dengan NPC. ''Di depan mata kita, telah menanti ASEAN Paragames, Asian Paralimpik, dan empat tahun mendatang Paralimpik di Rio de Janeirio,'' ingat Menpora.


Selain itu, Menpora juga meminta dukungan para orangtua yang memiliki anak difabel untuk mendorong anaknya menjad atlet difabel. Karena mereka punya hak yang sama mengharumkan nama bangsa dan mengibarkan merah putih.


Menpora tak lupa menyampaikan selamat kepada Jawa Tengah yang telah berhasil merebut kembali juara umum. ''Selamat, terus berlatih hingga dapat menpertahankan terus prestasinya. Kepada yang belum juara, berlatih terus, pantang menyerah, banggakan daerah kalian,'' ujarnya.


Sementara itu, Gubernur Rusli Zainal menyampaikan terima kasih kepada Menpora atas dukungan dan motivasinya, sehingga pelaksanaan PON XVIII dan Peparnas dapat berlangsung lancar.


''Berkali-kali sudah Menpora ke Pekanbaru dan setiap kedatangannya selalu membawa motivasi buat kami untuk bekerja sebaiknya,'' kata Rusli disambut aplaus panjang seluruh undangan.


Menurut Ketua Sub PB Perpanas XIV, Emrizal Pakis, penutupan Peparnas sengaja diadakan di gelanggang remaja, untuk mengantisipasi hujan. ''Pekanbaru sudah mulai musim hujan, seminggu ini setiap hari hujan,'' katanya.


Ditambahkan, panitia sudah mengantisipasi membludaknya penonton dengan memasang layar lebar (screen), karena keterbatasan daya tampung.


Turut hadir Ketua KONI Tono Suratman, Ketua NPC Senny Marbun, Tokoh Adat Riau, DPRD, Bupati dan Walikota se Riau serta perwakilan duta besar negara sahabat.


Riau Posisi Tiga


Sementara itu, dari hasil pertandingan keseluruhan, tuan rumah Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV 2012, Riau, berhasil mencuri posisi tiga yang sebelumnya ditempati Papua dengan total perolehan medali yakni 106, terdiri dari 26 emas, 39 perak dan 41 perunggu.


''Posisi tiga sudah sangat memuaskan kami dan ini artinya target telah tercapai,' kata Ketua Kontingen Riau Jaya Kusuma di Pekanbaru, Sabtu.


Riau berhasil menggeser Papua yang sebelumnya sempat lama bertahan di posisi tiga dengan perolehan medali yakni 26 emas, 15 perak dan 14 perunggu.


Sementara posisi pertama atau juara umum masih dipertahankan oleh Jawa Tengah dengan total perolehan medali hingga pertandingan terakhir, yakni 186 medali, terdiri dari 90 emas, 55 perak dan 42 perunggu.


Menempati posisi dua yakni Jawa Barat dengan total perolehan medali mencapai 143, terdiri dari 54 emas, 55 perak dan 35 perunggu.


Emas terakhir diraih Jawa Tengah para partai pertandingan cabang olahraga voli duduk dimana juara bertahan berhasil mengalahkan tim kuat Jawa timur yang harus puas mendapatkan medali perak.


Dengan kekalahan tersebut, Jawa Timur juga dipaksa pasrah untuk menempati posisi sembilan dengan total perolehan medali yakni 13 emas, 18 perak dan 17 perunggu.


Sementara peringkat kedelapan di tempati oleh Kalimantan TImur dengan perolehan 15 emas, 23 perak dan 40 perunggu. Kemudian di posisi kejutuh direbut oleh DKI Jakarta dengan 23 emas, 9 perak dan 25 perunggu.


Selanjutnya posisi lima dan enam masing-masing ditempati oleh Sumatra Utara dan Kalimantan Selatan.


Dimana Sumut berhasil mengumpulkan 25 emas, 18 perak dan 8 perunggu serta Kalsel hanya berhasil mengumpulkan 24 emas, 25 perak dan 23 perunggu.


Sementara untuk posisi sepuluh hingga 31 di tempati oleh sederetan provinsi, (secara berurut) mulai dari Bali, Sumatra Selatan, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah dan Aceh serta Gorontalo.


Kemudian ada pula Jambi, Sulawesi Selatan, Sumatra Barat, Sulawesi Tengah, Banten, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung, Bengkulu, Sulawesi Barat, NUsa Tenggara Barat, Maluku Utara dan posisi terakhir yakni Sulawesi Tenggara.


Untuk Provinsi Papua Barat dan Lampung tidak terdaftar karena batal mengikuti perhelatan olahraga paralimpian yang dilangsungkan di Pekanbaru, Riau.


Total medali untuk Peparnas XIV 2012 di Pekanbaru, Riau, yakni 1.130 medali yang terdiri dari 388 emas, 353 perak dan 389 perunggu. (rdi/ant/kpc/ppr)