PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru terus mendorong percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh kelurahan. Pemkot menargetkan KMP dapat terbentuk di 83 kelurahan sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan pembentukan Koperasi Merah Putih menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dan terus dilaporkan perkembangannya.

“Setiap kelurahan harus ada. Pembentukan Koperasi Merah Putih ini terus kita laporkan,” kata Agung, Jumat (6/2/2026).

Saat ini, di Kota Pekanbaru telah terdata sekitar 71 titik lokasi yang direncanakan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih. Program ini merupakan bagian dari program strategis nasional untuk mendorong penguatan ekonomi berbasis koperasi.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, dari 71 titik tersebut, sebanyak 47 lokasi berasal dari aset Pemerintah Kota Pekanbaru. Sementara sisanya merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Riau dan badan usaha milik negara (BUMN).

“Di Pekanbaru sudah terdata lebih kurang 71 titik. Dari Pemkot ada 47, sisanya milik provinsi dan BUMN,” kata Markarius usai mengikuti rapat koordinasi percepatan Koperasi Merah Putih, Rabu (28/1/2026).

Namun, percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih di Pekanbaru masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya terkait ketersediaan lahan yang belum sepenuhnya memenuhi kriteria teknis.

“Masih ada lahan yang lebarnya tidak sampai 30 meter. Luas tanah yang tersedia juga ada yang belum memenuhi syarat,” ujar Markarius.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkot Pekanbaru bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau guna mencari solusi yang memungkinkan.

Ia menambahkan, saat ini sudah terdapat 12 titik Koperasi Merah Putih yang telah berjalan, sementara 11 lokasi lainnya masih dalam proses pembangunan.

“Yang sudah berjalan ada 12 titik, 11 lagi sedang berproses. Kendala yang ada akan kita verifikasi satu per satu,” katanya. ***