SELATPANJANG – Lelang terhadap 69 unit kendaraan dinas (randis) yang sudah tidak dijadikan kendaraan operasional pejabat hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Riau resmi dibuka.
Sebagaimana diungkapkan Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Wan Ramahendra, bahwa tahapan lelang andis bekas di kabupaten bungsu di Riau itu telah dibuka pada Rabu (29/6/2022).
Untuk itu, dikatakan Rama jika proses akan masuk pada pelaksanaan lelang yang akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang. Namun pihaknya masih menunggu item barang yang akan dilelang diposting di website lelang.go.id, pada Kamis (29/6/2022) ini secara terbuka untuk siapa saja.
"Sudah dibuka, namun bisa dipantau itu besok di website-nya. Setelah itu, seluruh peserta bisa memantau item yang akan dilelang, jelang pelaksanaan lelang dibuka beberapa hari mendatang," ungkapnya.
Dibeberkannya pelaksanaan akan berlangsung 6 Juli 2022 mendatang. Untuk memastikan kondisi barang juga, menurutnya para peserta bisa melihat langsung di Halaman Setdakab Kabupaten Kepulauan Meranti. Malah tidak hanya peserta, termasuk masyarakat juga.
Dirincikannya puluhan randis yang akan dilelang terdiri dari 42 unit roda empat, 3 unit roda tiga dan 24 unit roda dua. Sehingga total jumlah randis yang akan dilelang sebanyak 69 unit. Namun untuk mekanisme lelang terbagi dua metode, seperti tawaran paket, dan tawaran per unit.
"Total 69 unit. 39 randis diantaranya harus ditawarkan per unit. Sedangkan sisa 30 unit lainnya wajib ditawar dengan metode paket oleh peserta," demikian dijelaskan olehnya.
Rama juga tidak menyangkal jika sebelumnya proses lelang sempat mengarah kepada opsi paket untuk seluruhnya. Namun menyikapi atensi kepala daerah, mereka juga mengambil opsi penawaran yang bisa dilakukan atau ditawarkan per unit.
"Memang kami sempat berencana paket unit saja. Tapi bupati tidak mau. Karena memang targetnya bupati juga ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat, sehingga tidak hanya korporasi. Sehingga semua pihak bisa ikut serta," ujarnya.
Selain atensi bupati tersebut, mereka juga mempertimbangkan beberapa kendaraan memiliki kondisi yang kurang baik. Dengan demikian ia mengaku optimis jika seluruh randis lepas ke tangan peserta. Kalau pun tidak, mereka akan melaksanakan proses lelang kedua.***


