PEKANBARU – Ratusan ribu pelajar tingkat SMA dan SMK sederajat di Kota Pekanbaru terpaksa kembali menatap layar gawai dari rumah. Keputusan ini diambil oleh Pemerintah Provinsi Riau menyusul tebalnya kabut asap yang menyelimuti kota dan mendorong angka kualitas udara ke level sangat tidak sehat pada Kamis (17/9/2026) pagi.
Data pemantauan udara sejak tengah malam menunjukkan angka polusi yang mengkhawatirkan bagi sistem pernapasan warga. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 tercatat menembus 142,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Bahkan, sejak pergantian hari hingga pukul 06.00 WIB, partikel debu halus ini terus berfluktuasi pada rentang tinggi, yakni 155 hingga 226 µg/m³.
Kondisi udara pekat tersebut diperparah oleh paparan zat polutan lain. Catatan kualitas udara pagi ini merincikan angka konsentrasi PM10 menyentuh 211,4 µg/m³. Indikator lainnya menunjukkan kandungan O3 berada pada 30,8 µg/m³, NO2 sebesar 22,5 µg/m³, serta SO2 di angka 14,1 µg/m³.
Merespons paparan polusi yang pekat, Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh siswa SMA dan SMK di ibu kota provinsi tersebut.
"Berlaku 3 hari. Mulai hari ini sampai Jumat. Jadi anak-anak SMA sederajat di Pekanbaru akan kembali sekolah tatap muka pada Senin mendatang, dengan tetap melihat perkembangan kualitas udara," papar Erisman.
Untuk satuan pendidikan di luar Pekanbaru, ia menuturkan bahwa kebijakan belajar dari rumah disesuaikan dengan indeks kualitas udara di masing-masing daerah. Regulasi mitigasi ini merujuk langsung pada Surat Edaran Gubernur Riau Nomor 100.3.4/17/SETDA/2026 tertanggal 24 Agustus 2026 serta panduan stasiun pemantau udara BMKG.
Bagi institusi pendidikan maupun Sekolah Luar Biasa (SLB) yang masih menyelenggarakan kelas tatap muka, Dinas Pendidikan Riau mengimbau seluruh elemen sekolah wajib menggunakan masker. Siswa juga diminta disiplin menjaga hidrasi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih, mencukupi waktu istirahat, serta menghindari aktivitas luar ruangan.
Sementara itu, fenomena udara kabur yang menurunkan jarak pandang ini diprakirakan oleh BMKG masih akan mendera Pekanbaru sepanjang pagi, berlanjut ke siang, malam, hingga dini hari. Menariknya, di tengah kepungan asap pekat, sejumlah wilayah di Riau justru diprakirakan mendapat guyuran hujan.
Pada siang hingga sore hari, hujan berintensitas ringan diprakirakan membasahi sebagian wilayah Kepulauan Meranti, Pelalawan, Bengkalis, Siak, dan Rokan Hulu. Menjelang malam hingga dini hari, potensi hujan ringan hingga sedang bergeser menyasar kawasan Bengkalis, Rokan Hilir, dan Kota Dumai.
"BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Bengkalis pada malam hingga dini hari," urai Forecaster On Duty BMKG, Bella R Adelia. ***


