PEKANBARU - Seorang WNA asal Malaysia, tuan TSS (61) di Kota Pekanbaru, Riau, sampai tiga kali menjalani tes swab PCR swab untuk keperluan dokumen perjalanan kembali ke negara asalnya. Hasilnya ternyata dua kali menunjukkan negatif Covid-19.

Tuan TSS (61) menjelaskan, awalnya ia melakukan tes swab mandiri untuk keperluan dokumen perjalanan kembali ke Malaysia di salahsatu rumah sakit swasta di Pekanbaru. Hasilnya pada 23 Juli 2020 dikatakan bahwa TSS positif Covid-19. Tidak percaya dirinya positif Covid-19, TSS pun kembali melakukan pemeriksaan swab ulang ke rumah sakit swasta lainnya di Pekanbaru. Hasil pemeriksaan swabnya pada 24 Juli pun dikatakan bahwa negatif Covid-19.

"Saya pindah rumah sakit, saya periksa lagi test swab PCR Covid-19. Hasilnya negatif," kata TSS kepada GoRiau.com melalui pesan WhatsAppnya, Jumat (7/8/2020) malam.

Setelah mengantongi surat keterangan negatif Covid-19 tersebut, TSS pun berkonsultasi dengan Konsulat Malaysia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang bagaimana kepulangannya ke Malaysia.

"Saya pun berangkat dari Pekanbaru ke Batam lewat bandara. Setelah di Batam, besoknya saya baru ke Johor Malaysia. Sesampainya di sana, saya juga diperiksa swab kembali, hasilnya negatif juga. Karena hasilnya negatif, saya pun diisolasinya di hotel, bukan rumah sakit," jelasnya.

Sehingga, pihak tuan TSS, khususnya teman tuan TSS di Pekanbaru pun mempertanyakan data yang disampaikan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Riau. Pasalnya, pada tanggal 24 Juli, inisial nama TSS (61) diumumkan positif Covid-19 dan dirawat Pekanbaru. Padahal, ia sama sekali tidak pernah dirawat di rumah sakit Pekanbaru.

"Saya (teman TSS di Pekanbaru, red) membuat surat pernyataan untuk meminta cek ulang ke rumah sakit lain. Teman saya ini kemudian cek di RS Awal Bros Pekanbaru. Hasilnya negatif, maka tidak ada dirawat sama sekali di Pekanbaru," kata nyonya JO (50), teman tuan TSS (61) di Pekanbaru tersebut.

Terlebih dalam data yang disampaikan tim gugus tugas Covid-19 Riau, disampaikan bahwa tuan TSS (61) diumumkan sehat pada 1 Agustus 2020.

"Padahal yang bersangkutan ini sudah di Malaysia sejak akhir Juli. Pada tanggal 29 Juli saja hasil pemeriksaannya di Malaysia menunjukkan negatif juga," kata JO.

Dengan adanya kesalahan informasi tersebut, JO pun merasa sangat dirugikan. "Akibatnya saya ikut kena dampaknya, terus terang sangat dirugikan karena hal ini. Saya punya usaha jadi sepi, saya juga dikucilkan oleh orang-orang di sekitar saya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir saat dikonfirmasi GoRiau.com, belum memberikan jawaban. ***