PEKANBARU - Disela-sela kegiatan gotong royong, Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi, meninjau Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pekanbaru, Rabu (14/8/2019). Masih mengenakan baju olahraga, Syamsuar menuju sekolah yang telah melahirkan orang berprestasi di Bumi Lancang Kuning.

Saat mengunjungi sekolah yang terletak di Jalan Sultan Syarif Qasim, Syamsuar dibawa Kepala SMAN 1 Pekanbaru Wan Roswita, melihat bangunan sekolah yang butuh perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Awalnya, Wan Roswita membawa ke sebuah ruangan yang plafondnya sudah rusak dan kondisi ruangan tersebut dipenuhi barang-barang yang tidak digubakan lagi. Bahkan, dinding dan kusen ruang tersebut sudah termakan usia.

"Ini sebenarnya laboratorium Pak Gubernur. Karena kondisi sudah memprihatinkan, tidak kita gunakan lagi. Kita membutuhkan laboratorium untuk mendukung kegiatan belajar," kata Roswita kepada Gubernur Riau.

Ads
Setelah melihat kondisi laboratorium, Roswita membawa Gubernur Riau ke sebuah ruang kelas di lantai dua sekolah. Ruangan tersebut terbengkalai pembangunannya, karena persoalan kewenangan dalam pembangunan saat itu.

"Sayang bangunan ini tidak dilanjutkan. Padahal, kalau tiga ruang kelas ini bisa difungsikan, bisa menampung lebih banyak pelajar di Kota Pekanbaru. Apalagi saat ini kewenangan memangun ruang kelas SMA berada di Kementerian PUPR," ungkap Roswita.

Setelah itu, Gubernur Riau dibawa melihat kondisi sekolah dan menyapa pelajar SMAN 1 Pekanbaru. Syamsuar juga menyempatkan diri makan mie sagu goreng di kantin sekolah dan berbaur dengan pelajar yang sedang istirahat.

Melihat kondisi sekolah yang butuh banyak perhatian itu, Syamsuar langsung menghubungi Perwakilan Kementerian PUPR. Sebelum Syamsuar, Wakil Gubernur Riau Edy Nasution juga pernah melihat kondisi ruang kelas yang terbengkalai pembangunannya.

"Kita akan upayakan, ruang sekolah yang terhambat pembangunannya bisa diselesaikan. Karena letaknya berada di lantai dua, tentunya perlu dilakukan tes mutu terlebih dahulu. Untuk laboratorium, kita tidak janji, tapi diupayakan," ungkap Syamsuar.

Syamsuar juga menegaskan kepada Kepala SMAN 1 Pekanbaru dan guru yang ikut meninjau sekolah tersebut, untuk mempertahankan mutu pendidikan. Kompetensi guru harus terus ditingkatkan, karena hal itu merupakan modal untuk mencetak sdm yang handal dan berdaya saing.

"Kalau gurunya pintar, tentu anak muridnya akan pintar juga. Tapi, kalau anak muridnya pintar dan guru biasa saja, maka anak muridnya akan biasa saja. Hal ini harus terus dilakukan peningkatan dalam mengajar oleh guru. Apalagi saat ini sudah ada wajib belajar 12 tahun di Provinsi Riau," jelas Syamsuar. ***