PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya mengoptimalkan realisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk seluruh masyarakat. Langkah ini menjadi prioritas utama guna mendukung agenda nasional dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar di tingkat daerah.

Berdasarkan data evaluasi Dinas Kesehatan Provinsi Riau hingga akhir Mei 2026, tingkat pemanfaatan layanan kesehatan cuma-cuma ini masih tergolong rendah. Dari total 6.867.467 jiwa yang menjadi sasaran, baru 586.594 warga atau sekitar 8,54 persen yang telah melakukan skrining kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menegaskan bahwa angka tersebut menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah. Pihaknya telah menggelar koordinasi intensif bersama seluruh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Riau untuk memetakan kendala serta mempercepat cakupan layanan sepanjang tahun 2026.

"Dari 6.867.467 sasaran kita, baru 586.594 jiwa atau sebanyak 8,54 persen yang melakukan pengecekan kesehatan gratis tersebut. Ini tentu menjadi PR kita bersama," paparnya, Sabtu (30/5/2026).

Zulkifli menambahkan, percepatan program ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap agenda prioritas berskala nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan akses kesehatan yang inklusif dapat dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat tanpa hambatan administratif yang berarti.

"Kita sudah melakukan koordinasi terkait capaian program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo di bidang kesehatan ini. Tentu ini menjadi perhatian kita semua, termasuk mendorong kesadaran masyarakat itu sendiri," jelasnya.

Untuk menjangkau lebih banyak warga, pemerintah telah menyederhanakan prosedur layanan. Masyarakat cukup mendatangi Puskesmas terdekat dengan membawa kartu identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK). Setelah mengisi formulir, petugas medis akan langsung memproses layanan kesehatan tanpa dipungut biaya.

Saat ini, sebanyak 243 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Riau telah disiagakan penuh. Langkah preventif melalui skrining medis sedini mungkin diharapkan dapat mendeteksi potensi penyakit kronis lebih cepat, sekaligus menjadi investasi kesehatan jangka panjang bagi warga Riau.(Adv)