JAKARTA - Selain Demokrat, partai koalisi Prabowo-Sandi, yakni Partai Amanat Nasional (PAN) juga turut berkomentar soal klaim Jokowi yang bakal meraup suara dari Riau.

"Jangan terlalu berharap dan jangan menghibur diri," ujar Wasekjen DPP PAN, dr. Irvan Herman kepada GoNews.co, Rabu (27/3/2019).

Pasalnya kata Irvan, dari pengalaman Pilpres tahun 2014 lalu, Prabowo menang telak di Riau.

"Jadi saya rasa, tim pak Jokowi harus melaporkan kondisi yang sebenarnya, jangan asal bapak senang," tegasnya.

Ads
"Karena sampai detik ini, ketika kami berkunjung ke daerah-daerah di Riau, masyarakat sangat menginginkan perubahan," ujar Irvan yang juga Caleg DPR RI, itu.

Sebelumnya, politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean juga berkomentar yang sama. "Itu klaim yang tidak mendasar, Saya melihatnya itu cenderung hanya menghibur diri saja," ujarnya kepada GoNews.co saat dihubungi, Rabu (27/3/2019) di Jakarta.

Dengan klaim tersebut Ferdinand justeru menduga akan dijadikan pembenaran untuk melakukan sesuatu.

"Sesuatu itu apa? Kita semua tau Riau itu basis Prabowo, jangan dijadikan pembenaran, dan bisa saja mereka akan berlaku curang," tegasnya.

Bahkan Ferdinand berani menjamin, Prabowo-Sandi bakal menguasai dan meraup suara dari Riau.

"Yang pasti Riau itu secara keseluruhan tidak ada satupun Kabupaten dan Kota yang bakal dimenangkan jokowi. Saya meyakini seluruh kabupten dan kota akan dikuasai prabowo sandi," tandasnya.

Karena kata dia, masyarakat Riau sudah paham betul, bahwa jokowi sudah gagal. "Semua sudah tahu lah, pak Jokowi itu sudah tak layak memimpin bangsa ini lagi dan layak diganti dengan figur yang lebih mampu mengurus bangsa ini lebih baik," tegasnya.

"Jadi saya pikir, Jokowi terlalu jauh mengklaim hanya pekanbaru dan kampar yang tidak bisa memenangkan dia. Ini hanya sebuah ilusi atau bisa jadi pak Jokowi ini mendapat informasi yang tidak benar dari tim kampanye nya di Riau. Kita akan buktikan nanti, dia pasti keok dan seluruh Riau akan dimenangkan Prabowo Sandi," pungkasnya.

Calon presiden Joko Widodo sebelumya mengaku yakin memperoleh suara lebih baik setelah berkampanye akbar digelar di lapangan Bukit Gelanggang, Dumai, Riau, pada Rabu, 26 Februari 2019 kemarin.

Dia meyakini itu karena melihat antusiasme masyarakat yang hadir dalam kampanye. Jokowi berterus terang baru kali pertama berkunjung ke Dumai dan gembira melihat sambutan masyarakat yang luar biasa. Dia tak mematok target khusus suara di Riau meski tim kampanyenya 60 persen. "Insya Allah di provinsi Riau semakin baik, semakin baik," katanya.

Jokowi mengakui masih ada daerah-daerah yang perlu dikampanyekan dengan kerja yang lebih keras lagi.

Kepada tim kampanyenya, Jokowi sudah menginstruksikan pendekatan-pendekatan yang harus dilakukan di masing-masing wilayah, meski dia tak menjelaskan strateginya.

Beberapa wilayah yang perlu ekstra kerja keras sudah dipetakan. Setidaknya ada dua daerah, yaitu Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. "Ya, di Kabupaten Kampar sama di Pekanbaru," ujarnya.***