JAKARTA - PT Chevron Pasific Indonesia melalui program Coorporate Social Renspobility (CSR)nya, selalu berupaya menjaga kelestarian lingkungan hidup, salah satunya dengan menyelamatkan hutan mangrove di Indonesia. Bekerjasama dengan Yayasan Konservasi Nusantara, dalam Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA), CPI juga berusaha membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk mengembangkan tata kelola mangrove yang diperkirakan mencapai luas 180.000 hektar.

Hal ini dipaparkan oleh MERA Program Director M. Imran Amin distand Chevron, pada hari kedua acara Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition ke-43 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis, (5/9/2019).

"Ada Peraturan Presiden Nomor 73 Tahun 2012 tentang strategi nasional untuk pengelolaan mangrove, Pemda Riau meminta kita untuk membantu untuk mengembangkan tata keloal ini di Riau. Berdasarkan data Pemda, ada 180.000 luasnya untuk tatak kelola mangrove di Riau," ujarnya.

Iapun mengungkapkan, dengan bantuan dan dorongan MERA dalam tata kelola mangrove ini, ada efek bola salju atau domino yang dilakukan masyarakat dan pemerintah terhadap desain yang telah dikembangkan secara global tersebut.

"Kami siap membantu sebagai pendorong, kita harap nanti turunannya gubernur, walikota atau bupati akan mengembangkan kelompok pengelolaan mangrove daerah, kita siap memfasilitasi hal itu," jelasnya.

Sementara itu, Manager Sosial Performance PT CPI, Pinto Budi Bowo Laksono mengungkapkan program-program sangat baik untuk diterapkan. Ia mengungkapkan Chevron senantiasa mendukung program pemerintah.

"Kita lihat program-program MERA sangat baik, dan juga seperti salah satu program CSR kita, yakni kelestarian lingkungan. Untuk penyelamatan mangrove, Chevron mengutamakan lebih dulu yang berdekatan dengan daerah operasi, seperti Dumai dan Bengkalis di Riau," paparnya.

Ia menjelaskan, di Dumai, pihaknya membuat program Enviromental/Mangrove Esucation Program atau sekolah alam pada kurikulum lokal dan budaya. Kemudian, mengembangkan infrastruktur pusat pendidikan mangrove di Pangkalan Sesak (Bandar Bakau), Kelurahan Pangakalan Sesai.

"Kita juga mengembangkan infrastruktur kawasan wisata mangrove di Kelurahan Laksamana dan pengembangan ekonomi dan wirausaha di Kelurahan Pangkalan Sesaivdan Laksamana tersebut. Kalau di Bengkalis, kita merencanakan pengembangan pendidikan kawasan wisata mangrove di Teluk Pambang dan bisnis unit badan usaha desa,"jelasnya.

Program-program tersebut dilakukan bekerjasama dengan Yayasan Konservasi Nusantara atau The Nature Conservacy, dalam MERA.***